TRANSFORMASI TIPOLOGI MASJID AL-MUHAJIRIN DESA GEDANGSEWU KABUPATEN TULUNGAGUNG (1991-1992)

ALIF WIDIA ELRAHMA, 1860307222040 and NURUL BAITI ROHMAH, 199002272019032022 (2026) TRANSFORMASI TIPOLOGI MASJID AL-MUHAJIRIN DESA GEDANGSEWU KABUPATEN TULUNGAGUNG (1991-1992). [ Skripsi ]

[img] Text
CAVER .pdf

Download (568kB)
[img] Text
ABSTRAK .pdf

Download (272kB)
[img] Text
DAFTAR ISI .pdf

Download (89kB)
[img] Text
BAB I .pdf

Download (200kB)
[img] Text
BAB II .pdf
Restricted to Registered users only

Download (343kB)
[img] Text
BAB III .pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB IV .pdf
Restricted to Registered users only

Download (109kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (174kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (746kB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji peristiwa relokasi unsur-unsur bersejarah dari masjid pusat kota ke pedesaan yang memicu transformasi ruang ibadah lokal. Fokus kajian diarahkan pada Masjid Al-Muhajirin di Desa Gedangsewu, Kabupaten Tulungagung dan unsur arsitektur kuno hasil bongkaran renovasi Masjid Agung Al-Munawwar Tulungagung pada periode 1991-1992. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi latar belakang kronologis proses bangunan masjid Al-Muhajirin serta menganalisis karakteristik visual dan makna simbolis yang melekat pada elemen arsitekturnya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang meliputi tahapan pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi, yang dipadukan dengan kerangka konsep transformasi masjid Al-Muhajirin untuk membedah alur perubahan wujud spasial dan nilai sakralitas bangunan. Hasil penelitian menunjukan bahwa transformasi Masjid Al-Muhajirin dipengaruhi secara kuat oleh kebutuhan perluasan tempat ibadah jemaah pada mushola Tarbiyatus Syibyan yang berdiri 1964. Dinamika ini direalisasikan melalui penyelamatan dan pemindahan unsur arsitektur bersejarah milik Masjid Agung Al-Munawwar. Relokasi tersebut menghasilkan harmoni akulturasi budaya Islam-Jawa pada enam unsur arsitektur utamanya, meliputi; atap tajug tumpang tiga (simbol dimensi Islam, Iman, Ihsan), soko guru kayu jati, mimbar khatib bergaya gapura bersayap tanpa anak tangga, mihrab dengan inskripsi Arab Pegon bertarikh 1262 H (1845 M), kaca hias, serta ragam hias yang dipahat estetis pada unsur setiap interior masjid Al-Muhajirin. Pemberian nama “Al-Muhajirin” menegaskan bahwa relokasi arsitektur bersejarah masjid Al-Muhajirin tidak hanya mengubah wujud fisik ruang ibadah di pedesaan, melainkan juga menjaga keberlanjutan nilai sakralitas serta lestarinya memori kolektif arsitektur masjid Islam lintas generasi. Kata Kunci: Akulturasi Budaya, Arsitektur Islam Jawa, Masjid Al-Muhajirin, Transformasi.

Item Type: Skripsi
Subjects: Kebudayaan Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: 1860307222040 ALIF WIDIA ELRAHMA
Date Deposited: 29 Jul 2026 06:30
Last Modified: 29 Jul 2026 06:30
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/70230

Actions (login required)

View Item View Item