MUKHAMAT ALFI ZAINI, 1860301223124 and RIZQA AHMADI, 198706112015031004 (2026) DISABILITAS MENTAL DALAM AL-QUR'AN (Reaktualisasi Pemenuhan Hak Kesehatan Bagi Penyandang Disabilitas Mental). [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (298kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (16kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (538kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (573kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (775kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (198kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (468kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (313kB) |
Abstract
Kata Kunci: Disabilitas Mental, Hak Kesehatan, Kesehatan Holistik (Fisik-Psikis), Tematik Hasan Hanafi Penelitian ini bertujuan merekonstruksi pemahaman disabilitas mental dalam Al-Qur'an sekaligus mereaktualisasikan pemenuhan hak kesehatan bagi Penyandang Disabilitas Mental melalui kerangka tafsir tematik Hassan Hanafi. Penelitian ini didorong oleh krisis realitas sosial, yakni maraknya stigma, diskriminasi, serta kegagalan pendekatan klinis-administratif yang mengabaikan dimensi teologis dalam memahami Penyandang Disabilitas Mental di Indonesia. Fokus penelitian ini bertumpu pada dua hal: (1) pemetaan pemahaman tematik al-Qur'an terhadap disabilitas mental melalui analisis term sufaha’; dan (2) reaktualisasi hak kesehatan Penyandang Disabilitas Mental sebagai bentuk kepedulian sosial demi terwujudnya masyarakat yang harmonis-inklusif. Hasil penelitian menegaskan bahwa: Pertama, dalam pembacaan tematik-rekonstruktif, al-Qur'an tidak mengonstruksikan disabilitas mental sebagai entitas patologis-klinis murni, melainkan membingkainya secara holistik melalui dimensi kognitif, moral, dan sosial yang menuntut tanggung jawab struktur masyarakat. Kedua, reaktualisasi pemenuhan hak kesehatan penyandang disabilitas mental merupakan keharusan tanggung jawab kolektif yang melibatkan keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Prinsip ini merepresentasikan paradigma kesehatan al-Qur'an yang menyatukan aspek fisik dan psikis guna menopang ahliyyah al-ada’ (kecakapan bertindak) serta kedudukan manusia sebagai khalifah fi al-‘ardh. Dengan demikian, jaminan kesejahteraan penyandang disabilitas mental melalui prinsip hifzh al-nafs dan hifzh al-‘aql mengukuhkan paradigma kesehatan integral-holistik, jaminan hak asasi, serta mandat integrasi antara layanan medis dan rehabilitasi psikospiritual.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Agama Agama > Al Quran |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Ilmu Al-Quran Dan Tafsir |
| Depositing User: | 1860301223124 MUKHAMAT ALFI ZAINI |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 01:39 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 01:39 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/70829 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
