KOMPETENSI SOSIAL GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN EDUKATIF DENGAN PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 NGANTRU

DIAN AYU KUMALA NINGSIH, 1860201222147 and IMAM FUADI, 196903311994031002 (2026) KOMPETENSI SOSIAL GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN EDUKATIF DENGAN PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 NGANTRU. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (623kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (143kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (252kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (255kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (301kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (170kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (256kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (358kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (224kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (203kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Kompetensi Sosial Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Hubungan Edukatif dengan Peserta Didik di SMP Negeri 1 Ngantru” ini ditulis oleh Dian Ayu Kumala Ningsih, NIM. 1860201222147, dengan pembimbing Prof. Dr. Imam Fuadi, M.Ag. Kata Kunci: Kompetensi Sosial, Guru Pendidikan Agama Islam, Hubungan Edukatif, Komunikasi Interpersonal, Peserta Didik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kompetensi sosial guru Pendidikan Agama Islam dalam membangun hubungan edukatif dengan peserta didik. Guru PAI tidak hanya berperan sebagai penyampai materi keagamaan, tetapi juga sebagai pembimbing, teladan, dan pembina karakter peserta didik. Dalam proses pembelajaran, hubungan guru dan peserta didik tidak cukup dibangun melalui penyampaian materi secara formal, tetapi perlu ditunjang dengan komunikasi yang terbuka, sikap empatik, toleransi, serta pola interaksi yang mendukung suasana belajar yang nyaman. Di SMP Negeri 1 Ngantru, hubungan edukatif antara guru dan peserta didik masih menghadapi beberapa persoalan, seperti adanya siswa yang pasif, kurang percaya diri, takut salah dalam menyampaikan pendapat, serta kondisi kelas yang kadang kurang kondusif. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui bagaimana kompetensi sosial guru PAI diterapkan dalam membangun hubungan edukatif dengan peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kompetensi sosial guru Pendidikan Agama Islam dalam membangun hubungan edukatif dengan peserta didik di SMP Negeri 1 Ngantru, menganalisis kemampuan komunikasi interpersonal guru PAI dalam mendukung hubungan edukatif, serta mendeskripsikan pola interaksi sosial antara guru PAI dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh melalui guru Pendidikan Agama Islam, peserta didik, dan pihak sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi sosial guru PAI dalam membangun hubungan edukatif telah tampak melalui sikap empatik, sabar, persuasif, dan kemampuan memahami kondisi peserta didik. Guru berusaha mendekati siswa secara pribadi, memberikan arahan dengan santun, serta menjaga keseimbangan antara ketegasan dan kelembutan. Komunikasi interpersonal guru PAI juga tergolong cukup baik karena guru menggunakan bahasa sederhana, memberikan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mengulang penjelasan ketika siswa belum memahami materi, serta membuka ruang untuk bertanya dan berpendapat. Pola interaksi sosial guru dan peserta didik berlangsung secara cair, suportif, dan tetap berada dalam batas edukatif melalui ceramah, tanya jawab, diskusi kecil, motivasi, humor ringan, dan pendekatan langsung kepada siswa. Toleransi dalam hubungan edukatif terlihat dari cara guru menghargai pendapat siswa dan meluruskan pemahaman dengan cara yang santun. Kendala yang ditemukan meliputi rasa malu dan kurang percaya diri pada sebagian siswa, suasana kelas yang kadang ramai, perbedaan karakter peserta didik, keterbatasan waktu pembelajaran, serta belum meratanya pendekatan komunikatif dalam semua situasi kelas. Dengan demikian, hubungan edukatif di SMP Negeri 1 Ngantru sudah terbentuk, tetapi masih perlu diperkuat melalui komunikasi yang lebih inklusif dan pendekatan yang disesuaikan dengan karakter peserta didik.

Item Type: Skripsi
Subjects: Pendidikan Islam
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: 1860201222147 DIAN AYU KUMALA NINGSIH
Date Deposited: 19 Aug 2026 01:41
Last Modified: 19 Aug 2026 01:41
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/70941

Actions (login required)

View Item View Item