YENI RISFIANTI, 1860308222120 and FEMITA ADELINA, 199402262023211001 (2026) PENGARUH KEBERFUNGSIAN KELUARGA TERHADAP HARGA DIRI REMAJA DENGAN LATAR BELAKANG KELUARGA BERCERAI. [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK .pdf Download (845kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (434kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (721kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (512kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (798kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (578kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (564kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (199kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (435kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Skripsi dengan judul “Pengaruh Keberfungsian Keluarga terhadap Harga Diri Remaja dengan Latar Belakang Keluarga Bercerai” ini ditulis oleh Yeni Risfianti, NIM.1860308222120, dengan pembimbing/promotor Femita Adelina, S.Psi., M.Si. Kata Kunci: keberfungsian keluarga, harga diri, keluarga bercerai, remaja Tingginya angka perceraian di Indonesia, tercatat 394.608 kasus pada tahun 2024 memberikan dampak psikologis yang signifikan terhadap remaja, khususnya dalam pembentukan harga diri. Perceraian orang tua kerap diasumsikan secara langsung merendahkan harga diri remaja, namun kenyataan empiris menunjukkan bahwa tidak semua remaja dari keluarga bercerai mengalami hal tersebut. Hal ini mengarahkan perhatian pada kualitas keberfungsian keluarga sebagai faktor yang lebih determinan dibandingkan sekadar status struktural keluarga.Penelitian ini dilakukan untuk menelaah sejauh mana keberfungsian keluarga berperan terhadap tingkat harga diri pada remaja yang berasal dari keluarga dengan orang tua bercerai. Dalam penelitian ini, keberfungsian keluarga dipahami sebagai kapasitas keluarga dalam menjalankan fungsi-fungsi emosional secara efektif. Konsep tersebut merujuk pada enam dimensi dalam McMaster Model of Family Functioning, yaitu kemampuan memecahkan masalah, pola komunikasi, pelaksanaan peran, respons afektif, keterlibatan afektif, serta pengendalian perilaku. Sedangkan harga diri diukur berdasarkan aspek penerimaan diri dan penghormatan diri menurut Rosenberg.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Subjek penelitian adalah remaja berusia 11-18 tahun di Kabupaten Tulungagung yang memiliki latar belakang orang tua bercerai, dipilih melalui teknik purposive sampling dengan jumlah sampel minimal 30 responden.Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen skala keberfungsian keluarga (39 butir) yang diadopsi dari Fatihatul Hisbiyyah, serta skala harga diri (31 butir) yang disusun peneliti berdasarkan teori Rosenberg. Penelitian ini diharapkan dapat membuktikan secara empiris bahwa keberfungsian keluarga yang sehat pasca perceraian mampu memitigasi risiko penurunan harga diri remaja, sekaligus menawarkan perspektif bahwa perceraian fisik tidak selalu menghancurkan fungsi keluarga secara keseluruhan. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan implikasi praktis bagi praktisi konseling keluarga maupun program interensi sekolah dalam mendukung remaja dengan harga diri rendah.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Psikologi Psikologi > Psikologi klinis |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Psikologi Islam |
| Depositing User: | 1860308222120 YENI RISFIANTI |
| Date Deposited: | 19 Aug 2026 08:55 |
| Last Modified: | 19 Aug 2026 08:55 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/71208 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
