KONSTRUKSI KEHARMONISAN KELUARGA POLIGAMI DALAM KONTEN TIKTOK @kcunkmotor (Tinjauan Hukum Islam dan Dampaknya Terhadap Gender)

TARISA PUTRI HARDIANI, 1860102222197 and LADIN, 1981040620232110010 (2026) KONSTRUKSI KEHARMONISAN KELUARGA POLIGAMI DALAM KONTEN TIKTOK @kcunkmotor (Tinjauan Hukum Islam dan Dampaknya Terhadap Gender). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (769kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (294kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (246kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (330kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (422kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (229kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (608kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (335kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (97kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (222kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Tarisa Putri Hardiani NIM. 1860102222197, Skripsi Dengan Judul “KONSTRUKSI KEHARMONISAN KELUARGA POLIGAMI DALAM KONTEN TIKTOK @kcunkmotor (Tinjauan Hukum Islam dan Dampaknya Terhadap Gender)”. Program Studi Hukum Keluarga islam, di bimbing oleh Dr. Ladin, S.H.I., M.H. Kata kunci: Poligami, Keharmonisan Keluarga, TikTok, Hukum Islam, Gender. Perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial TikTok, telah menghadirkan ruang baru dalam membentuk sekaligus mereproduksi realitas sosial di tengah masyarakat. Platform ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai medium representasi nilai, norma, dan praktik kehidupan sehari-hari, termasuk praktik poligami. Melalui fitur audiovisual yang kuat, TikTok memungkinkan pengguna untuk mengemas realitas secara selektif sehingga tampak lebih menarik dan persuasif. Salah satu fenomena yang mencuat adalah munculnya konten-konten yang merepresentasikan keharmonisan keluarga poligami secara positif. Representasi semacam ini berpotensi memengaruhi cara pandang masyarakat, terutama generasi muda, dalam memahami dan menilai praktik poligami sebagai sesuatu yang ideal dan layak ditiru. Fenomena tersebut menjadi penting untuk dikaji secara akademik karena tidak hanya berkaitan dengan aspek sosial semata, tetapi juga bersinggungan dengan dimensi hukum Islam serta relasi gender. Dalam konteks ini, media sosial berperan sebagai agen konstruksi realitas yang dapat membentuk opini publik melalui narasi dan visual yang disajikan. Oleh karena itu, diperlukan analisis kritis untuk memahami bagaimana realitas tersebut dikonstruksi dan apa implikasinya terhadap audiens. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: (1) bagaimana pola konstruksi keharmonisan keluarga poligami dalam konten TikTok @kcunkmotor; (2) bagaimana dampak representasi tersebut terhadap relasi gender dan pembentukan realitas sosial audiens; dan (3) bagaimana representasi tersebut ditinjau dari perspektif hukum Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian netnografi, yang secara khusus dirancang untuk mengkaji fenomena sosial dalam ruang digital. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber yang relevan, seperti konten video, narasi yang menyertainya, serta interaksi digital berupa komentar warganet pada akun TikTok @kcunkmotor. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi mendalam terhadap konten dan dokumentasi digital yang tersedia. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif yang meliputi tahapan reduksi data untuk menyaring informasi penting, penyajian data secara sistematis, serta penarikan kesimpulan yang didasarkan pada pola-pola temuan yang muncul selama proses penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pola konstruksi keharmonisan keluarga poligami dalam konten promosi komersial pada akun TikTok @kcunkmotor dibangun melalui strategi representasi yang selektif dan estetis. Hal ini tampak dari dominasi visual kebersamaan, interaksi yang harmonis, serta narasi kebahagiaan yang dikemas secara menarik, sehingga membentuk citra keluarga poligami yang ideal dan persuasif; (2) dampak representasi keharmonisan poligami tersebut terhadap relasi gender dan pembentukan realitas sosial audiens menunjukkan adanya kecenderungan reproduksi ketimpangan gender. Perempuan lebih sering direpresentasikan dalam posisi subordinat, sementara audiens berpotensi membentuk pemahaman bahwa poligami merupakan praktik yang wajar, harmonis, dan layak ditiru, meskipun realitas yang ditampilkan bersifat parsial dan tidak mencerminkan potensi konflik maupun dampak psikologis; (3) dalam perspektif hukum Islam, representasi keharmonisan keluarga poligami pada akun tersebut belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan yang menjadi syarat utama dalam praktik poligami. Keadilan yang dimaksud tidak hanya bersifat material, tetapi juga mencakup aspek emosional dan psikologis, yang dalam praktiknya sulit untuk diwujudkan secara menyeluruh.

Item Type: Skripsi
Subjects: Hukum > Hukum Keluarga Islam
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: 1860102222197 TARISA PUTRI HARDIANI
Date Deposited: 03 Sep 2026 07:07
Last Modified: 03 Sep 2026 07:07
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/71860

Actions (login required)

View Item View Item