NIA SYIFA’U SA’ADAH, 126302211017 and TEGUH, 197003102001121002 (2025) NILAI-NILAI ETIKA JAWA DALAM PROGRAM BAKAT (BELAJAR BERSAMA MEMBUAT KETUPAT) PADA KEORGANISASIAN IPNU-IPPNU DI DESA DERMOJAYAN (Studi Filsafat Etika Jawa Franz Magnis-Suseno). [ Skripsi ]
|
Text
COVER..pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (233kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (283kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (359kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (368kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (312kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (437kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (283kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (245kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (793kB) |
Abstract
Skripsi berjudul “Nilai-Nilai Etika Jawa dalam Program BAKAT (Belajar Bersama Membuat Ketupat) pada Organisasi IPNU-IPPNU di Desa Dermojayan: Studi Filsafat Etika Jawa Franz Magnis-Suseno” ditulis oleh Nia Syifa'u Sa'adah, NIM 126302211017, di bawah bimbingan Prof. Dr. Teguh, M.Ag. Kata Kunci: Filsafat Etika Jawa Franz Magnis-Suseno, IPNU-IPPNU, Program BAKAT. Penelitian ini mengkaji bagaimana nilai-nilai etika Jawa diwujudkan dalam program BAKAT (Belajar Bersama Membuat Ketupat) yang diselenggarakan oleh IPNU-IPPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) di Desa Dermojayan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji bagaimana nilai-nilai etika Jawa tercermin dalam kehidupan organisasi pelajar Islam melalui praktik budaya tradisional. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan program BAKAT dalam organisasi IPNU-IPPNU Desa Dermojayan; (2) Mengidentifikasi bagaimana nilai- nilai Jawa tercermin dalam program tersebut serta pengaruhnya terhadap pembentukan karakter, penguatan solidaritas, dan pemberdayaan ekonomi organisasi; dan (3) Menganalisis relevansi filsafat etika Jawa menurut Franz Magnis-Suseno, termasuk tantangan dan peluang yang ditemukan dalam program tersebut. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena memudarnya nilai-nilai budaya dan etika di kalangan generasi muda akibat globalisasi dan modernisasi. Kondisi tersebut berdampak pada melemahnya solidaritas, menurunnya semangat kebersamaan, serta meningkatnya sikap individualisme dalam organisasi pelajar. Program BAKAT hadir sebagai sebuah inisiatif budaya yang mengintegrasikan pelestarian tradisi pembuatan ketupat dengan penanaman nilai-nilai sosial dan organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengurus, peserta, alumni, dan masyarakat sekitar, serta observasi partisipatif dan dokumentasi berupa arsip organisasi maupun dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Program BAKAT dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pembelajaran yang meliputi kegiatan belajar membuat ketupat dan buka puasa bersama selama bulan Ramadan, serta tahap produksi dan distribusi pada Hari Raya Idulfitri melalui sistem pemesanan terlebih dahulu (pre- order). Program ini dilaksanakan secara kolektif dengan pembagian tugas yang jelas, partisipasi anggota yang terstruktur, serta keterlibatan aktif masyarakat, khususnya melalui pembelian produk ketupat. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus sarana penguatan nilai-nilai sosial. (2) Program BAKAT secara nyata mencerminkan nilai-nilai etika Jawa seperti rukun (harmoni sosial), hormat (sikap menghormati), gotong royong, tepa slira (empati dan toleransi), andhap asor (rendah hati), nrimo (sikap menerima dengan ikhlas), dan sepi ing pamrih rame ing gawe (bekerja dengan penuh pengabdian tanpa mengutamakan kepentingan pribadi). Nilai- nilai tersebut diwujudkan melalui kerja sama, saling membantu, toleransi, kerendahan hati, serta semangat pengabdian yang kuat, sehingga berkontribusi terhadap pembentukan karakter, penguatan solidaritas, dan kemandirian ekonomi organisasi melalui penjualan ketupat. (3) Dalam perspektif filsafat etika Jawa Franz Magnis- Suseno, program BAKAT mencerminkan nilai-nilai utama berupa harmoni, keseimbangan, dan saling menghormati dalam relasi sosial masyarakat Jawa. Prinsip- prinsip etis tersebut mendukung kehidupan organisasi yang berlandaskan penghargaan, keseimbangan, dan penghindaran konflik. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa nilai-nilai lokal tetap relevan dan dapat menjadi landasan etis yang kuat bagi pengelolaan organisasi modern yang terinspirasi oleh spiritualitas Islam dan budaya Nusantara. Dengan demikian, program BAKAT tidak hanya berfungsi sebagai sarana membangun organisasi yang produktif, tetapi juga sebagai media untuk menumbuhkan identitas budaya dan integritas moral di tengah tantangan zaman.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Filsafat > Filsafat Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Filsafat Agama |
| Depositing User: | 126302211017 NIA SYIFA'U SA'ADAH |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 02:10 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 02:10 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/61355 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
