EKSISTENSI MASYARAKAT HINDU DI TENGAH MASYARAKAT MUSLIM (Studi Kasus Di Desa Mondoluku Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik)

SILVIYATUL KARIMAH, 126309212066 and TAUFIQURROHIM, 198911052023211014 (2025) EKSISTENSI MASYARAKAT HINDU DI TENGAH MASYARAKAT MUSLIM (Studi Kasus Di Desa Mondoluku Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (454kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (715kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (275kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (8MB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (686kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada perbedaaan keagamaan, hingga tercipta kerukunan yang harmonis antar kelompok masyarakat, sebagaimana di Desa Mondoluku, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik. Desa ini menunjukkan bagaimana mayoritas masyarakat Muslim dan minoritas Hindu dapat hidup bersama dengan baik. Peneliti ingin melihat bagaimana masyarakat Hindu hidup di bawah lingkungan Islam dan bagaimana mereka dapat mempertahankan hubungan sosial yang damai tanpa konflik keagamaan. Fokus utama penelitian ini adalah keberadaan umat Hindu, proses pendekatan, kerja sama dan toleransi yang terbentuk secara alami melalui nilai-nilai agama dan budaya setempat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, Umat Muslim dan Hindu. Dengan menggunakan teori fungsionalisme struktural Emile Durkheim, peneliti menganalisis data untuk menjelaskan bagaimana orang-orang dari agama Islam dan Hindu dapat hidup berdampingan dalam struktur sosial yang saling mendukung. Penelitian ini dilakukan di Desa Mondoluku, karena ditemukan bangunan Pura dilingkungan masyarakat muslim. Selain sebagai tempat ibadah bagi Umat Hindu, Pura juga dijadikan sebagi simbol toleransi dan kerukunan pada masyarakat sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Muslim memberikan ruang terhadap keberadaan masyarakat Hindu di Desa Mondoluku. Kerukunan, saling menghormati, dan toleransi menjadi kunci utama dalam menciptakan tatanan sosial yang harmonis. Kekuatan sosial dibangun berdasrakan kesadaran kolektif dan solidaritas yang kuat antar kelompok masyarakat. Masyarakat Hindu tidak hanya mempertahankan eksistensinya sendiri, tetapi mereka juga berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat desa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan keberagaman masyarakat yang harmois di daerah multikultural lain di Indonesia. Kata Kunci: Eksistensi, Hindu, Islam Toleransi beragama, Fungsionalisme Struktural.

Item Type: Skripsi
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sosiologi Agama
Depositing User: 126309212066 SILVIYATUL KARIMAH
Date Deposited: 27 Dec 2025 02:34
Last Modified: 27 Dec 2025 02:34
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/65381

Actions (login required)

View Item View Item