RESILIENSI TAHANAN PENDAMPING DALAM MENGHADAPI PEMBATASAN HAK DI DALAM LAPAS (Studi Kasus di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Blitar)

MUSFIYA KARIMATUL UMMAH, 126306212099 and RIZQA AHMADI, 198711062015031004 (2025) RESILIENSI TAHANAN PENDAMPING DALAM MENGHADAPI PEMBATASAN HAK DI DALAM LAPAS (Studi Kasus di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Blitar). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (863kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (182kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (79kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (141kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (268kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (131kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (208kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (159kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (51kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (177kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Tamping berbeda dengan narapidana pada umumnya, tamping adalah narapidana yang telah menunjukkan perilaku baik sehingga dipilih untuk menjadi Tamping. Narapidana khususnya tamping seringkali menghadapi situasi yang tidak mereka inginkan ketika menjalani proses pembinaan. Situasi tersebut menyebabkan tekanan pada tahanan pendamping sehingga menimbulkan dampak seperti stress, kecemasan, dan depresi. Selama menghadapi hukuman di Lembaga Pemasyarakatan narapidana kehilangan beberapa hak yang mereka miliki sebagai warga Negara, terutama dalam hal kebebasan bergerak dan melakukan aktivitas tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi narapidana yang menjadi tahanan pendamping (tamping) dalam menghadapi pembatasan hak di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Blitar serta faktor-faktor yang membentuk resiliensi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari tiga narapidana laki-laki yang telah menjalani peran sebagai tamping selama lebih dari enam bulan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek mampu resilien dengan beragam kemampuannya menghadapi tekanan dan pembatasan hak di dalam Lapas. Bentuk resiliensi yang ditunjukkan meliputi kemampuan untuk mengelola emosi, pengendalian impuls, optimisme, analisis kausal, empati, efikasi diri, dan kemampuan untuk bangkit serta berkembang. Faktor-faktor yang membentuk resiliensi para narapidana meliputi pengalaman hidup, spiritualitas, dukungan sosial, motivasi internal untuk berubah, serta dukungan pembinaan dari Lapas. Dalam penelitian ini terdapat temuan bahwa faktor dukungan teman tidak berdampak pada pembentukan resiliensi salah satu subjek tamping. Menjadi tamping memberikan ruang aktualisasi diri dan meningkatkan keterampilan diri, sosial maupun spiritual subjek, yang turut mendukung pembentukan resiliensi mereka.

Item Type: Skripsi
Subjects: Bimbingan dan Konseling Islam > Kepribadian
Bimbingan dan Konseling Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Bimbingan Penyuluhan Islam
Depositing User: 126306212099 MUSFIYA KARIMATUL UMMAH
Date Deposited: 12 Jan 2026 08:45
Last Modified: 12 Jan 2026 08:45
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/65805

Actions (login required)

View Item View Item