KONSEP NUSYUZ DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM KONTEMPORER (Studi Kasus Pandangan Ulama Perempuan Kabupaten Tulungagung)

FIRDAUS SAYYIDRATH TOBRONI, 126102202184 and ROHMAWATI, 197701042009012003 (2025) KONSEP NUSYUZ DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM KONTEMPORER (Studi Kasus Pandangan Ulama Perempuan Kabupaten Tulungagung). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (310kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (175kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (324kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (487kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (276kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (295kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (252kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (187kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (196kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Konsep Nusyuz dalam Hukum Keluarga Islam Kontemporer (Studi Pandangan Ulama Perempuan Kabupaten Tulungagung)” yang ditulis oleh Firdaus Sayyidrath Tobroni, NIM 126102202184, Prodi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang dibimbing oleh Dr. Rohmawati, M.A. Kata Kunci : Nusyuz, Ulama Perempuan, Qira’ah Mubadalah Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya dinamika didalam suatu masyarakat yang menganggap bahwasannya nusyuz selalu identik “istri durhaka”, padahal seorang suami juga bisa dikatakan nusyuz apabila dia berperilaku kasar terhadap istrinya. Hal ini yang menjadi alasan peneliti memfokuskan pada pandangan ulama perempuan di wilayah Kabupaten Tulungagung. Selain itu, konsep mubadalah hadir sebagai pendekatan yang memiliki makna kesalingan dalam hubungan suami istri, yang mana keduanya ikut andil dalam membangun sebuah keluarga yang harmonis. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui pandangan ulama perempuan di Kabupaten Tulungagung mengenai nusyuz di era kontemporer. 2) Untuk mengetahui pandangan ulama perempuan di Kabupaten Tulungagung mengenai nusyuz di era kontemporer ditinjau dari perspektif Qira’ah Mubadalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis, dengan pengumpulan datanya melalui wawancara mendalam dengan para informan dan dokumentasi. Setelah proses wawancara, data kemudian ditranskrip secara verbatim untuk dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Peneliti juga melakukan triangulasi data dengan mengamati aktivitas sosial dan keagamaan yang melibatkan para informan, serta memeriksa dokumen atau arsip terkait, seperti publikasi organisasi, catatan kegiatan, maupun materi kajian yang pernah disampaikan oleh para informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Konsep nusyuz secara kontemporer menjelaskan adanya pergeseran paradigma masyarakat. Selain itu dalam fikih klasik dijelaskan bahwa nusyuz hanya diberlakukan untuk perempuan. Namun, dalam konteks nusyuz di era kontemporer nusyuz juga dapat berlaku pada laki-laki. (2) dalam perspektif mubadalah, makna nusyuz merupakan segala tindakan, perilaku yang dilakukan oleh salah satu pasangan atau kedua-duanya, yang memudarkan, melemahkan, atau bisa memutus, dan mengancam ikatan pernikahan. Dengan demikian nusyuz bisa terjadi oleh siapa saja (suami atau istri). Terdapat konsep kesalingan yang mana qira’ah mubadalah menolak dari pemahaman klasik yang hanya tertuju pada istri dan konsep ini lebih menekankan nusyuz dapat terjadi baik suami maupun istri, karena keduanya memiliki peran penting dalam membangun keharmonisan rumah tangga.

Item Type: Skripsi
Subjects: Hukum > Hukum Keluarga Islam
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: 126102202184 FIRDAUS SAYYIDRATH TOBRONI
Date Deposited: 14 Jan 2026 00:59
Last Modified: 14 Jan 2026 00:59
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/65822

Actions (login required)

View Item View Item