WARIS BEDA AGAMA DI KAMPUNG PANCASILA PRESPEKTIF MAQASHID SYARIAH JAMALUDIN ATHIYAH (Studi Kasus Di Desa Pogalan Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek)

MUHAMMAD MALIK FARKHAN, 126102212170 and NUR FADHILAH, 198011232003122002 (2025) WARIS BEDA AGAMA DI KAMPUNG PANCASILA PRESPEKTIF MAQASHID SYARIAH JAMALUDIN ATHIYAH (Studi Kasus Di Desa Pogalan Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (522kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (147kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (231kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (267kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (451kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (271kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (244kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (263kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (185kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (218kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (604kB)

Abstract

Skripsi dengan judul Waris Beda Agama Di Kampung Pancasila Perspektif Maqashid Syari’ah (Studi Kasus di Desa Pogalan Kecamatan Kabupaten Trenggalek) yang ditulis oleh Muhammad Malik Farhan, NIM 126102212170, dengan pembimbing Dr. Hj. Nur Fadhilah, M.H.I. Kata Kunci: Waris, Beda Agama, Maqashid Syari’ah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh persoalan waris beda agama yang sering memicu ketegangan dalam masyarakat plural, terutama di daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi seperti Kampung Pancasila di Desa Pogalan, Trenggalek. Dalam hukum Islam, warisan antara pemeluk agama yang berbeda dianggap tidak sah, namun dalam realitas sosial masyarakat majemuk, praktik ini sering diselesaikan melalui musyawarah dan pendekatan kemanusiaan. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengkaji persoalan waris beda agama melalui pendekatan Maqashid Syariah yang menekankan prinsip kemaslahatan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana praktik waris beda agama di Desa Pogalan?’ dan (2) Bagaimana tinjauan Maqashid Syariah terhadap praktik tersebut? Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1. Bahwa ada sistem pembagian harta waris yang berbeda pada keluarga yang berbeda agama di Desa Pogalan. Sistem tersebut meliputi partisipasi ahli waris non-Muslim, pembagian harta secara merata dengan bagian yang lebih besar diberikan kepada ahli waris yang memiliki perilaku yang baik terhadap pewaris, dan pembagian harta waris dengan mempertimbangkan prinsip Pancasila seperti yang dilakukan di Desa Pogalan, dengan mempertimbangkan perbedaan agama. 2. Jika dilihat dari perspektif Maqashid Syariah Jamaludin Athiyah, Nash secara universal tidak bertentangan dengan ketiga sistem tersebut. Fokus Maqashid Syariah Jamaludin Athiyah adalah pada makna yang terkandung di balik teks dengan mempertimbangkan urf (aspek historis, sosiologis, dan ekonomis), seperti hadis yang melarang saling mewarisi antara Muslim dan non-Muslim dibandingkan dengan hadis yang melarang berbuat dzalim dan membunuh kafir muahad dan kafir dzimmi.

Item Type: Skripsi
Subjects: Hukum > Hukum Keluarga Islam
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: 126102212170 MUHAMMAD MALIK FARKHAN
Date Deposited: 19 Jan 2026 07:14
Last Modified: 19 Jan 2026 07:14
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/65975

Actions (login required)

View Item View Item