KOMUNITAS WAHIDIYAH TANJUNGSARI (Sejarah, Perkembangan, dan Kontribusinya 1965-2012)

AHMAD FAUZAN, 126307212048 and HENDRA AFIYANTO, 198811112019031011 (2025) KOMUNITAS WAHIDIYAH TANJUNGSARI (Sejarah, Perkembangan, dan Kontribusinya 1965-2012). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (904kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (235kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (186kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (287kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (280kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (230kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (212kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji sejarah komunitas Shalawat Wahidiyah di Desa Tanjungsari, Tulungagung, dalam periode 1965-2012. Ketertarikan untuk meneliti topik ini muncul dari fakta menarik bahwa Desa Tanjungsari, yang dirintis oleh K.H. Zainal Fanani, menjadi salah satu basis awal perkembangan ajaran Wahidiyah di Tulungagung, berhasil berkembang hingga dipercaya menjadi lokasi Pusat Kesekretariatan Dewan Pimpinan Wilayah Penyiar Shalawat Wahidiyah (DPW PSW) Provinsi Jawa Timur. Fenomena ini mendorong penelitian untuk menjawab tiga rumusan masalah utama: (1) Siapa tokoh yang berpengaruh dalam penyebaran awal Wahidiyah di Desa Tanjungsari? (2) Bagaimana tantangan dan strategi yang digunakan dalam proses penyebaran ajaran tersebut? (3) Apa saja kontribusi signifikan komunitas Wahidiyah bagi masyarakat setempat dalam aspek spiritual, sosial, dan infrastruktur keagamaan? Dengan menggunakan metode penelitian sejarah serta pendekatan keagamaan dan sosial, data dianalisis melalui studi pustaka dan wawancara primer untuk merekonstruksi peristiwa secara kronologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K.H. Zainal Fanani adalah figur perintis utama yang perannya tidak hanya terbatas di tingkat lokal, tetapi juga berpengaruh hingga ke luar Jawa dan tingkat kepengurusan pusat. Strategi penyebarannya berevolusi dari pendekatan personal dan kultural pada fase awal menjadi kegiatan sosial-keagamaan yang terstruktur. Kontribusi utama komunitas ini terwujud dalam pembangunan karakter moral dan spiritual masyarakat, pembangunan infrastruktur fisik seperti Masjid Al-Huda (1975), Madrasah Sholihul Huda(1990), dan Pondok Tarbiyatul Majid(2006), serta dijadikannya Tanjungsari sebagai pusat kesekretariatan Wahidiyah(2006). Temuan penting lainnya adalah keberhasilan suksesi kepemimpinan kepada generasi kedua pada tahun 2006 yang menjalankan model kepemimpinan kolektif, sehingga memastikan keberlanjutan dan pelembagaan ajaran Wahidiyah secara efektif. Kata Kunci: K.H. Zainal Fanani, Kontribusi, Shalawat Wahidiyah, Wahidiyah Tanjungsari.

Item Type: Skripsi
Subjects: Sejarah Peradaban Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: 126307212048 AHMAD FAUZAN
Date Deposited: 20 Jan 2026 03:02
Last Modified: 20 Jan 2026 03:02
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/66007

Actions (login required)

View Item View Item