MUSHOLLA SEBAGAI RUANG INTERAKSI MANTAN NARAPIDANA DAN WARGA DI DUSUN BENDORUBUH DESA KACANGAN KECAMATAN NGUNUT TULUNGAGUNG

SITI HINDUN JUARIYAH, 126309212067 and TAUFIQURROHIM, 198911052023211014 (2025) MUSHOLLA SEBAGAI RUANG INTERAKSI MANTAN NARAPIDANA DAN WARGA DI DUSUN BENDORUBUH DESA KACANGAN KECAMATAN NGUNUT TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (104kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (72kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (163kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (160kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (151kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (105kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (111kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Permasalahan kriminalitas yang tinggi di Kabupaten Tulungagung berdampak pada munculnya stigma negatif terhadap mantan narapidana yang kembali ke masyarakat. Desa Kacangan, sebagai wilayah dengan jumlah mantan narapidana yang cukup besar, menghadapi tantangan dalam proses reintegrasi sosial. Kurangnya penerimaan dan diskriminasi masyarakat menjadikan mantan narapidana sulit menjalani kehidupan yang lebih baik pasca-pembebasan. Dalam konteks ini, Musholla Al-Mubarok hadir sebagai ruang sosial-keagamaan yang memfasilitasi upaya reintegrasi bagi mantan narapidana melalui pembinaan keagamaan, kegiatan ibadah, dan interaksi sosial yang positif. Peran musholla menjadi penting dalam membangun kembali kepercayaan diri, moralitas, dan identitas religius mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan penelitian meliputi mantan narapidana, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead yang menjelaskan pembentukan identitas melalui proses mind, self, dan society. Teknik analisis data mengikuti model Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta triangulasi sebagai uji keabsahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musholla berperan penting dalam membangun kembali moralitas, kepercayaan diri, dan hubungan sosial mantan narapidana melalui kegiatan keagamaan seperti baca tulis Al-Qur’an, sholat berjamaah, pengajian, doa, dan sholawatan. Proses interaksi yang terbentuk di musholla menjadi simbol penerimaan sosial yang memperkuat perubahan identitas positif pada diri mantan narapidana. Dukungan tokoh agama, penerimaan masyarakat, dan kemauan individu menjadi faktor utama dalam keberhasilan proses ini. Dengan demikian, musholla dapat menjadi model pembinaan spiritual dan sosial berbasis komunitas dalam mendukung kembalinya mantan narapidana ke tengah masyarakat secara bermartabat. Kata Kunci: Mantan Narapidana, Musholla, Interaksi Sosial, Pembinaan Keagamaan, Interaksionisme Simbolik.

Item Type: Skripsi
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sosiologi Agama
Depositing User: 126309212067 SITI HINDUN JUARIYAH
Date Deposited: 21 Apr 2026 06:41
Last Modified: 21 Apr 2026 06:41
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/67256

Actions (login required)

View Item View Item