RITUAL COK BAKAL DALAM UPACARA ADAT PERNIKAHAN DI DESA SANAN KECAMATAN PAKEL KABUPATEN TULUNGAGUNG

CLARISMA LINTANG OKTAVIANTI, 126309211007 and REFKI RUSYADI, 198612272023211020 (2025) RITUAL COK BAKAL DALAM UPACARA ADAT PERNIKAHAN DI DESA SANAN KECAMATAN PAKEL KABUPATEN TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (2MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (161kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (154kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (251kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (274kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (241kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (488kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (159kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (182kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai makna dalam tradisi ritual cok bakal pada pernikahan di Desa Sanan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung mengalami pergeseran. Awalnya, tradisi cok bakal dianggap sakral yaitu sebagai simbol menolak bala. Namun, seiring waktu, maknanya mengalami pergeseran, terutama akibat pengaruh modernisasi, dan perubahan pola pikir masyarakat. Sehingga peneltian ini berfokus pada pergeseran makna ritual cok bakal dalam upacara adat pernikahan di Desa Sanan berdasarkan perbedaan pemahaman antara generasi tua dan generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi pelaksanaan ritual cok bakal di upacara adat pernikahan, dan wawancara mendalam dengan sesepuh desa, dua pemuda desa, satu masyarakat yang pernah mengadakan hajat pernikahan, dan satu masyarakat yang biasa membuat cok bakal. pendekatan ini dipilih. Data dianalisis menggunakan interpretatif simbolik untuk memahami makna-makna yang tersembunyi di balik simbol-simbol sosial atau budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna sakral yang yakini generasi tua dalam tradisi cok bakal kini mulai bergeser menjadi lebih berfokus pada nilai-nilai sosial. Generasi muda menganggap ritual cok bakal sebagai bagian dari kehidupan sosial yang dilakukan sebagai bentuk menghormati adat, bentuk bersyukur dan sebagai ajang silaturahmi warga agar tercipta kerukunan atau keharmonisan masyarakat. Temuan ini memperlihatkan bagaimana tradisi tetap dipertahankan meskipun terjadi penyesuaian makna sesuai konteks sosial masyarakat masa kini. Kata Kunci: Ritual Cok Bakal, Upacara Adat Pernikahan, Pergeseran Makna

Item Type: Skripsi
Subjects: Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sosiologi Agama
Depositing User: 126309211007 CLARISMA LINTANG OKTAVIANTI
Date Deposited: 04 May 2026 03:42
Last Modified: 04 May 2026 03:42
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/67469

Actions (login required)

View Item View Item