PERAN KEPALA MADRASAH DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BEBAS TINDAKAN PERUNDUNGAN (Studi Kasus MTsN 1 Tulungagung)

ARJU MUSHAFFA, 12201173176 (2024) PERAN KEPALA MADRASAH DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN BEBAS TINDAKAN PERUNDUNGAN (Studi Kasus MTsN 1 Tulungagung). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (945kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (325kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (233kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (251kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (382kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (255kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (825kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (320kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (147kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (159kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Arju Mushaffa, NIM. 12201173176. 2024. “ Peran Kepala Madrasah dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Tindakan Perundungan (Studi Kasus MTsN 1 Tulungagung)”. Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Tulungagung. Pembimbing: Dr. Hj. Luluk ‘Atirotu Zahro, S.Ag., M.Pd. Kata Kunci: Peran, Kepala Madrasah, Lingkungan Bebas, dan Perundungan Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh fenomena di madrasah yang memiliki kegiatan proses belajar dan mengaji, tentunya ditanamkan dengan sikap saling peduli, menghormati, dan menghindari perselisihan antar teman yang memicu tindakan kekerasan secara fisik maupun verbal. Kemudian juga memiliki program pengembangan kegiatan keagamaan seperti membaca al-Qur’an 15 menit diawal pelajaran pertama, sholat berjamaah, sholat dhuha, peringatan hari besar islam, penyembelihan qurban, dan saling memberi salam dan berjabat tangan. Dengan berbagai kebijakan kepala madrasah dan dukungan dari semua pihak, maka dapat meminimalisir maupun mencegah tindakan perundungan sebagai aksi wujud dalam menciptakan lingkungan bebas tindakan perundungan. Terlihat sangat jelas bahwa peran kepala madrasah sangat dibutuhkan termasuk mengatasi tindak perundungan dan dalam menciptakan lingkungan bebas tindakan perundungan di sekolah. Fokus penelitian ini adalah 1) bagaimana langkah-langkah kepala madrasah untuk mencegah dan menangani tindakan perundungan di MTsN 1 Tulungagung?, 2) apa faktor-faktor penghambat yang mempengaruhi upaya pencegahan tindakan perundungan di MTsN 1 Tulungagung?, dan 3) apa faktor-faktor pendukung yang mempengaruhi upaya pencegahan tindakan perundungan di MTsN 1 Tulungagung?. Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) untuk mendeskripsikan langkahlangkah kepala madrasah untuk mencegah dan menangani tindakan perundungan di MTsN 1 Tulungagung. 2) untuk menguraikan faktor-faktor penghambat yang mempengaruhi upaya pencegahan tindakan di MTsN 1 Tulungagung. dan 3) untuk menguraikan faktor-faktor pendukung yang mempengaruhi upaya pencegahan tindakan perundungan di MTsN 1 Tulungagung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian ini studi kasus (case research). Sumber data adalah kepala madrasah, waka, guru, dan Peserta Didik di MTsN 1 Tulungagung. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya adalah observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Kemudian analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan pemberian kesimpulan atau verivikasi. Pengecekan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Langkah-langkah kepala madrasah untuk mencegah dan menangani tindakan perundungan diantaranya Kepala madrasah mendeklarasikan dan melaksanakan program Madrasah Ramah Anak, membuat papan bimbingan atau poster-poster mengenai stop bullying dengan slogan-slogan yang menarik, membuat rapat dinas dan koordinasi dengan waka kesiswaan, BK, Humas serta melakukan mediasi dengan orang tua secara internal, menghimbau untuk tidak diperbolehkan kelas kosong, harus ada guru yang mengawasi, dan melakukan kerja sama dengan pihak luar sekolah seperti kepolisian dan dinas Kesehatan. (2) Faktor-faktor penghambat yang mempengaruhi upaya pencegahan tindakan perundungan diantaranya; Factor psikologis anak karena dalam masa perkembangan, Factor sosiologis pergaulan dan lingkungan, Factor jam kosong, karena anak-anak sering bergurau sampai kelewat batas, dan tidak adanya pengawasan dan siswa sering memprovokasi temannya untuk memanggil temannya dengan nama orang tuanya. (3) Faktor-faktor pendukung yang mempengaruhi upaya pencegahan tindakan perundungan diantaranya; Dukungan dan kesadaran dari semua pihak, terutama pimpinan madrasah serta guru, karyawan, OSIS, orang tua, pengurus kelas, wali kelas, dan semua warga sekolah, kerja sama antara sekolah dengan pihak luar sekolah misalnya dengan pihak kepolisian, psikolog, dan dinas Kesehatan, komitmen Bersama dalam menciptakan madrasah ramah anak, budaya dan lingkungan yang kondusif, dan pembiasaan keagamaan setiap pagi dengan berdoa, asmaul husna, dan juga adanya istighotsah.

Item Type: Skripsi
Subjects: Pendidikan Islam > Madrasah tsanawiyah
Perdata Islam
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: 12201173176 ARJU MUSHAFFA
Date Deposited: 04 May 2026 05:33
Last Modified: 04 May 2026 05:33
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/67488

Actions (login required)

View Item View Item