NAPIA INDRA DINATA, 1860102221057 and MUHAMAD KHOIRI RIDLWAN, 198905272025211006 (2026) IMPLIKASI MOTHERLESS TERHADAP HAK-HAK ANAK DITINJAU MENURUT KOMPILASI HUKUM ISLAM (Studi di Desa Bakung, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar). [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (471kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (310kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (190kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (316kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (452kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (257kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (304kB) |
|
|
Text
BAB V .pdf Restricted to Registered users only Download (395kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (197kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (190kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (895kB) |
Abstract
Napia Indra Dinata NIM. 1860102221057, Implikasi Motherless Terhadap Hak-Hak Anak Ditinjau Menurut Kompilasi Hukum Islam (Studi di Desa bakung, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar), Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2026, Pembimbing: Muhamad Khoiri Ridlwan, M.H.I. Kata Kunci: Implikasi, Motherless, Kompilasi Hukum Islam Fenomena Motherless atau yang biasa disebut ketiadaan peran ibu dapat dipahami sebagai salah satu fenomena sosial dimana seorang anak tidak mendapatkan peran ibunya secara langsung dalam proses tumbuh kembangnya. Fenomena motherless ini dapat ditemukan di Desa Bakung, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar yang dimana fenomena ini disebabkan karena banyaknya para ibu yang bekerja sebagai PMI karena tingginya nilai kebutuhan dalam keluarga, dan pendapatan dari Desa Bakung sendiri tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Dalam pasal 77 KHI menyatakan bahwa kewajiban suami istri adalah memberikan pengasuhan kepada anak, dan pada pasal 105 KHI menegaskan bahwa pengasuh anak yang belum mencapai usia mumayyiz adalah ibu, serta dalam haḍānah menyatakan bahwa tanggung jawab pengasuhan adalah ditangan ibu. Keadaan yang terjadi ini menyebabkan tidak terpenuhinya hak-hak anak dalam pengasuhan ibunya, sehingga masih ada kekosongan dari pengasuhan yang seharusnya didapatkan oleh anak. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Bagaimana implikasi motherless mempengaruhi pemenuhan hak-hak anak di Desa Bakung, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar?, 2) Bagaimana implikasi yuridis pasal 77 ayat 3 dan pasal 105 terhadap hak anak Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan ḥaḍānah?Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitian yakni ada di Desa Bakung, Kecamatan Bakung, kabupaten Blitar. Dalam teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Terjadinya kekosongan peran pengasuhan ibu yang tidak bisa digantikan oleh keluarga terdekat termasuk ayah dan nenek. Meskipun kebutuhan primer anak terpenuhi, namun kebutuhan emosional, moral dan karakter anak belum terpenuhi. 2) Secara normatif, hukum telah menegaskan kewajiban orang tua dalam pengasuhan dan memberikan hak kepada anak yang sudah mumayyiz supaya memilih pengasuh, akan tetapi dalam pelaksanaannya ketentuan tersebut belum berjalan secara efektif yang disebabkan ketidakhadiran ibu dalam jangka panjang. Dari perspektif teori haḍānah sendiri pengasuhan yang diberikan kepada ayah atau nenek sebenarnya diperbolehkan, akan tetapi belum sepenuhnya dapat memenuhi tujuan haḍānah yang sebenarnya.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | 1860102221057 NAPIA INDRA DINATA |
| Date Deposited: | 12 May 2026 02:04 |
| Last Modified: | 12 May 2026 02:04 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/67643 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
