KEVIN ADAM KESUMA, 1860102221076 and MUHAMAD ARIFIN, 198201272023211005 (2026) PENUNDAAN RESEPSI PERNIKAHAN KARENA KEMATIAN ANGGOTA KELUARGA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Desa Sukorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar). [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (512kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (259kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (178kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (324kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (489kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (323kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (332kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (272kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (202kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (228kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (613kB) |
Abstract
Kevin Adam Kesuma, 1860102221076, Penundaan Resepasi Pernikahan Karena Kematian Anggota Keluarga Dalam Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus di Desa Sukorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar), Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2026, Pembimbing: Muhamad Arifin, M.H.I. Kata kunci: Hukum Islam, Kematian, Penundaan, Resepsi Pernikahan. Rencana pernikahan dan resepsi biasanya dilakukan pada waktu yang bersamaan. Pernikahan merupakan ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dan perempuan sebagai suami istri yang bertujuan untuk membina rumah tangga yang kekal abadi serta penuh cinta kasih. Maka dari itu pernikahan adalah kabar menggembirakan yang harus disebarluaskan, dengan dilakukannya resepsi pernikahan sebagai pentuk pengumuman kepada khalayk umum bahwa telah terjadinya pernikahan. Resepsi pernikahan biasanya dilakukan setelah akad nikah berlangsung, namun dalam kondisi tertentu resepsi pernikahan dapat berubah dalam pelaksanaanya. Fenomena penundaan resepsi pernikahan dapat terjadi apabila terdapat anggota keluarga yang meninggal dunia yang berdekatan dengan rencana pernikahan dan resepsi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana fenomena penundaan resepsi pernikahan karena kematian anggota keluarga di Desa Sukorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar? (2) Bagaimana perspektif hukum Islam terhadap penundaan resepsi pernikahan karena kematian anggota keluarga di Desa Sukorejo, Keacamatan Wates, Kabupaten Blitar? Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan yang merupakan bagian dari penelitian kualitatif untuk meneliti suatu periatiwa atau fenomena secara langsung daru subyek penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah onservasi non-partisipan, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian, analisis yang digunakan peneliti dengan cara kondensasai data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan dan keakuratan data peneliti menggunakan teknik triangulasi. Tahapan penelitian dilakukan dengan penelitian pra lapangan, tahapan penelitian, dan analisis hasil penelitian. Hasil penelitian ini menguraikan bahwa: (1) Fenomena penundaan resepsi pernikahan karena kematian anggota keluarga di Desa Sukorejo disebut dengan istilah kerubuhan gunung. Fenomena ini dapat terjadi apabila ada anggota keluarga yang meninggal berdekatan dengan rencana pernikahan beserta resepsinya. Maka rencana tersebut harus ditunda sampai pergantian tahun kematian anggota keluarganya atau telah melewati bula Suro. Nanum dalam permaslah tersebut terdapat solusi agar pernikahan dapat terjadi, maka dilakukan akad nikah didepan jenazah keluarga yang meninggal dunia tersebut, dan resepsi pernikahannya harus ditunda. Jangka waktu penundaan resepsi pernikahan xxvi tersebut dapat dilakukan setelah satu tahun kematian anggota keluarganya, sudah melewati bulan Suro, dan setelah 1000 hari kematian anggota keluarganya. (2) Perspektif hukum Islam terhadap penundaan resepsi pernikahan termasuk kedalam urf shahih, karena tidak ada dalil khusus yang menerangkan tentang penundaan resepsi pernikahan baik di dalam Al-Quran maupun hadis, fenomena tersebut tidak mengesampingkan dalil nash yaitu tetap melakukan akad nikah yang menjadi rukun dan syarat sah menikah, fenomena penundaan resepsi pernikahan secara umum diketahui oleh masyarakat Desa Sukorejo dan terjadi selama turun menurun. Penundaan resepsi pernikahan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap keluarga yang meninggal dunia. Dalam praktiknya, terdapat dua kecenderungan sikap masyarakat, yaitu menunda resepsi pernikahan dan tetap melaksanakannya. Ditinjau dari maslahah dalam praktik ini termasuk dalam kategori maslahah ḥājiyyah (sekunder), yaitu kemaslahatan yang bertujuan untuk menghindari kesulitan dalam kehidupan. Penundaan resepsi menghindarkan individu dari tekanan sosial, sedangkan pelaksanaan resepsi menghindarkan dari kerugian ekonom.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | 1860102221076 KEVIN ADAM KESUMA |
| Date Deposited: | 03 Jun 2026 07:59 |
| Last Modified: | 03 Jun 2026 07:59 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/68077 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
