HASNA NUR HANIFAH, 1860102221030 and AHMAD MUHTADI ANSHOR, 197007202000031001 (2026) WASIAT WAJIBAH SEBAGAI PENGGANTI WARIS PERSPEKTIF FIKIH (Studi penetapan Pengadilan Agama Tulungagung Nomor 501/Pdt.P/2023/PA.TA). [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (655kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (307kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (196kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (324kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (558kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (263kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (287kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (310kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (208kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (239kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (6MB) |
Abstract
ABSTRAK Skripsi dengan judul “Wasiat Wajibah Sebagai Pengganti Waris Perspektif Fiqih (Studi Penetapan Pengadilan Agama Tulungagung Nomor 501/Pdt.P/2023/PA.TA)”, ini ditulis oleh Hasna Nur Hanifah, NIM 1860102221030, Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dengan dosen pembimbing Bapak Prof. Dr. H. Ahmad Muhtadi Anshor, M. Ag. Kata Kunci: Ahli Waris, Pengganti Waris, Perspektif Fikih, Wasiat Wajibah Penelitian ini dilatar belakangi oleh dinamika yang terjadi dalam praktik peradilan agama khususnya kasus tidak adanya ahli waris faraid, seperti yang tercermin dalam Penetapan Pengadilan Agama Tulungagung Nomor 501/Pdt.P/2023/PA.TA. Penetapan tersebut menarik untuk dianalisis karena secara normatif Pasal 191 Kompilasi Hukum Islam menyatakan bahwa harta peninggalan tanpa ahli waris diserahkan kepada Baitul Mal, namun dalam perkara tersebut hakim justru menetapkan anak angkat sebagai penerima wasiat wajibah. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: 1.) Bagaimana konsep wasiat wajibah sebagai pengganti waris pada penetapan pengadilan agama Tulungagung nomor 501/Pdt.P/2023/PA.TA? 2.) Bagaimana analisis dalam perspektif fikih terhadap pertimbangan hakim dalam penetapan wasiat wajibah dalam Penetapan Nomor 501/Pdt.P/2023/PA.TA? Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan jenis penelitian yuridis normatif. Guna mencapai tujuan penelitian, penulis memakai dua pendekatan, yakni pendekatan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan analitis (analytical approach). Metode pengumpulan data penelitian ini dengan menggunakan studi dokumentasi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Konsep wasiat wajibah sebagai pengganti waris dalam Penetapan Pengadilan Agama Tulungagung Nomor 501/Pdt.P/2023/PA.TA menggambarkan perluasan peran wasiat wajibah, dari sekadar pemberian maksimal sepertiga harta menjadi mekanisme substitusi waris ketika tidak ada ahli waris faraid. Pada penetapan itu, hakim memberikan bagian kepada anak angkat melalui wasiat wajibah sebagai solusi atas kekosongan hukum, dengan memerhatikan ikatan sosial dan tanggung jawab antara pewaris serta anak angkat. Dengan demikian, wasiat wajibah menjadi alat hukum untuk mengisi kekosongan distribusi warisan secara adil dan proporsional. (2) Berdasarkan perspektif fikih, pertimbangan hakim dalam menetapkan wasiat wajibah belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan hukum Islam karena tidak terpenuhinya salah satu rukun utama wasiat, yaitu sighat (pernyataan kehendak pewasiat). Tidak ditemukannya pernyataan kehendak pewasiat sebelum meninggal dunia menyebabkan wasiat tersebut secara normatif fikih tidak memenuhi syarat keabsahan wasiat.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | 1860102221030 HASNA NUR HANIFAH |
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 04:10 |
| Last Modified: | 05 Jun 2026 04:10 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/68129 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
