DILLA HUSNUL KHOTIMAH, 1860102222174 and MASHURI, 196509131997031001 (2026) GAYA HIDUP KONSUMTIF SEBAGAI PEMICU PERCERAIAN DALAM KELUARGA (Studi Kasus di Pengadilan Agama Tulungagung). [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (628kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (327kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (245kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (426kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (634kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (350kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (745kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (475kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (270kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (301kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Perceraian merupakan fenomena sosial yang terus mengalami peningkatan, termasuk di Kabupaten Tulungagung. Salah satu faktor yang memicu terjadinya perceraian adalah gaya hidup konsumtif dalam keluarga. Perkembangan teknologi, kemudahan akses belanja online, serta pengaruh media sosial telah mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi lebih berorientasi pada keinginan daripada kebutuhan. Kondisi ini seringkali menyebabkan ketidakseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran dalam rumah tangga, sehingga memicu konflik berkepanjangan yang berujung pada perceraian. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini difokuskan pada tiga rumusan masalah, yaitu: bagaimana bentuk gaya hidup konsumtif yang berdampak pada perceraian dalam keluarga, bagaimana upaya mencegah konflik rumah tangga akibat gaya hidup konsumtif agar tidak berujung pada perceraian, serta apa saja faktor yang mendorong munculnya gaya hidup konsumtif dalam keluarga. Rumusan masalah ini menjadi dasar dalam memahami keterkaitan antara perilaku konsumtif dan keretakan rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk gaya hidup konsumtif dalam keluarga, menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakanginya, serta merumuskan upaya pencegahan konflik rumah tangga guna meminimalisir terjadinya perceraian. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baik secara teoritis maupun praktis dalam upaya menjaga keharmonisan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Pengadilan Agama Tulungagung. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak terkait. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber untuk memastikan validitas hasil penelitian. Hasil penelitian dalam pembahasan menunjukkan bahwa gaya hidup konsumtif dalam keluarga tercermin melalui perilaku pemborosan, kecenderungan mengikuti tren, serta pengeluaran yang tidak seimbang dengan pendapatan. Faktor pendorongnya meliputi faktor internal seperti kondisi psikologis dan karakter individu, serta faktor eksternal seperti lingkungan sosial dan pengaruh media digital. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa konflik ekonomi, tetapi juga menurunnya kualitas komunikasi dan hilangnya kepercayaan antar pasangan, sehingga meningkatkan potensi perceraian. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui peningkatan literasi keuangan, penguatan komunikasi dalam keluarga, serta peran aktif lembaga keagamaan dalam pembinaan keluarga. Kata Kunci: Gaya Hidup Konsumtif, Perceraian, Keluarga, Konflik Rumah Tangga.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | 1860102222174 DILLA HUSNUL KHOTIMAH |
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 07:33 |
| Last Modified: | 09 Jun 2026 07:33 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/68163 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
