ADILA NUR AINI, 12309183013 (2023) TRADISI BROKOHAN KELAHIRAN SAPI (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Masyarakat Desa Mirigambar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung). [ Skripsi ]
|
Text
TRADISI BROKOHAN KELAHIRAN SAPI (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Masyarakat Desa Mirigambar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung).pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Masyarakat Jawa merupakan masyarakat dengan banyak tradisi. Salah satunya adalah Tradisi Brokohan. Tradisi Brokohan merupakan tradisi yang dilakukan pada saat mendapat berkah seperti kelahiran bayi manusia, kelahiran hewan ternak, tercapainya suatu cita-cita, membeli kendaraan baru, dan lain-lain. Hingga saat ini masih ada beberapa desa di Kabupaten Tulungagung yang masih mempertahankan tradisi brokohan tersebut, yakni salah satunya di Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Fokus kajian ini terletak pada brokohan sapi sebagaimana dilaksanakan ketika induk sapi melahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah terjadinya Tradisi Brokohan sapi, pelaksanaan tradisi brokohan sapi sebagai upaya terhindar dari mara bahaya atau kesialan, dan kepercayaan masyarakat terhadap tradisi brokohan sapi tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Wawancara mendalam dilakukan dengan informan yaitu masyarakat Desa Mirigambar, sedangkan informan pendukung adalah tokoh masyarakat Desa Mirigambar sehingga menghasilkan data deskriptif untuk memecahkan permasalahan yang menjadi tujuan dalam penelitian dengan mendeskripsikan dan menggambarakan keadaan subjek penelitian berdasarkan fakat yang ditemukan di lokasi penelitian. Dari hasil penelitian dapat dikatakan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah terjadinya tradisi brokohan sapi tidak ada yang tahu pastinya, tradisi brokohan sapi ini merupakan warisan budaya turun temurun dari nenek moyang masyarakat di Desa Mirigambar, pelaksanaan tradisi brokohan sapi dengan cara berdoa bersama pada saat matahari terbit, kepercayaan masyarakat setempat terhadap tradisi ini yaitu masyarakat berkeyakinan pada suatu ikhtiar melalui tradisi brokohan sapi dan anggapan masyarakat jika sesuatu yang tidak didoakan akan menimbulkan kesialan. Masyarakat memiliki sudut pandang yang berbeda-beda dalam menilai tradisi selametan brokohan sapi. Sebagian masyarakat mempunyai keinginan untuk melaksanakan tradisi tersebut. Sebagian lagi menilai Tradisi Brokohan Sapi tidak perlu dilakukan karena tidak dasar kewajiban untuk melaksanakan tradisi tersebut. Kata- Kata Kunci : Brokohan Sapi, Masyarakat Jawa, tradisi
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | 12309183013 ADILA NUR AINI |
| Date Deposited: | 18 Jun 2026 02:55 |
| Last Modified: | 18 Jun 2026 02:55 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/68399 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
