KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH LINGKARAN DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF KELAS XI-5 SMAN 1 PONGGOK BLITAR

ZULITA ZAKIATUS SHOFIA, 1860204221027 and SUTOPO, 197805092008011012 (2026) KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH LINGKARAN DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF KELAS XI-5 SMAN 1 PONGGOK BLITAR. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (643kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (374kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (303kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (461kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (557kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (318kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (323kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (283kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (262kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Skripsi dengan judul ”Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Lingkaran Ditinjau dari Gaya Kognitif Kelas XI-5 SMAN 1 Ponggok Blitar” ini ditulis oleh Zulita Zakiatus Shofia, NIM. 1860204221027, dengan pembimbing Dr. Sutopo, M.Pd. Kata Kunci: Berpikir kritis,Masalah Lingkaran,Gaya Kognitif. Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang sangat diperlukan dalam pembelajaran matematika. Berpikir kritis memungkinkan siswa tidak hanya untuk menghafal rumus, tetapi juga memahami konsep, menganalisis informasi, mengevaluasi strategi penyelesaian, serta menarik kesimpulan secara logis. Adapun siswa memiliki kemampuan berpikir kritis yang baik, siswa dapat memilah informasi, memilih hal-hal yang prioritas, mempertanyakan kebenaran suatu masalah, serta menyelesaikan soal-soal matematika yang sering kali bersifat abstrak dan memerlukan pendekatan sistematis. Setiap siswa dalam menyelesaikan masalah matematika memiliki kemampuan literasi dengan daya pikir yang dimilikinya. Adanya perbedaan pola pikir matematis dapat dipengaruhi oleh gaya kognitif. Gaya kognitif adalah cara belajar yang khas seseorang, serta berkaitan erat dengan cara merima dan memproses informasi, serta sikap terhadap informasi dan kebiasaan dalam lingkungan belajar. Sehingga dapat menyebabkan perbedaan proses berpikir kritis antara siswa bergaya kognitif Field Independent dan siswa bergaya kognitif Field Dependent. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah lingkaran ditinjau dari gaya kognitif field independent di kelas XI-5 SMAN 1 Ponggok Blitar. (2) Mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah lingkaran ditinjau dari gaya kognitif field dependent di kelas XI-5 SMAN 1 Ponggok Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian study kasus. Subjek dalam penelitian ini merupakan siswa kelas XI-5 SMAN 1 Ponggok Blitar yang terdiri dari 4 siswa, yaitu 2 siswa kemampuan berpikir kritis dengan gaya kognitif field independent dan 2 siswa kemampuan berpikir kritis dengan gaya kognitif field dependent. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini : 1) kemampuan berpikir kritis siswa dengan gaya kognitif Field Independent (FI) dalam menyelesaikan masalah matematika materi lingkaran mampu memenuhi semua indikator berpikir kritis, yaitu menginterprestasi dengan menuliskan informasi yang diketahui dan ditanyakan secara tepat, menganalisis menyusun model matematika dengan benar, mengevaluasi dapat memilih strategi dan metode penyelesaian dengan tepat, dan menginferensi dengan menuliskan kesimpulan yang sesuai dengan hasil penyelesaian masalah. 2) kemampuan berpikir kritis siswa dengan gaya kongnitif field dependent (FD) dalam menyelesaikan masalah matematika materi lingkaran hanya mampu memenuhi dua dari empat indikator berpikir kritis, yaitu menginterprestasi dan menganalisis. Siswa kemampuan berpikir kritis dengan gaya kongnitif field dependent (FD) belum mampu memenuhi indikator mengevaluasi dan menginferensi.

Item Type: Skripsi
Subjects: Matematika > Bangun Datar
Matematika > Geometri
Matematika
Divisions: Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan > Tadris Matematika
Depositing User: 1860204221027 ZULITA ZAKIATUS SHOFIA
Date Deposited: 06 Jul 2026 07:20
Last Modified: 06 Jul 2026 07:20
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/68740

Actions (login required)

View Item View Item