NAILA KHOIRUN NAILI, 1860102221049 and SYAHRIL SIDDIK, 198410221984102800 (2026) PENGASUHAN ANAK ANGKAT OLEH PASANGAN MUSLIM DALAM PERSPEKTIF FIQH AL-USRAH (Studi Kasus di Desa Penataran Kabupaten Blitar). [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (646kB) |
|
|
Text
ABSTRAK .pdf Download (300kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI .pdf Download (194kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (315kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (446kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (261kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (332kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (263kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (176kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (209kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (802kB) |
Abstract
Naila Khoirun Naili, NIM. 1860102221049, Pengasuhan Anak Angkat oleh Pasangan Muslim Dalam Perspektif Fiqh Al Usrah (Studi Kasus di Desa Penataran Kabupaten Blitar, Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2026, Pembimbing: Dr. Syahril Siddik, M.A. Kata Kunci: Pengasuhan Anak Angkat, Pasangan Muslim, Fiqh al-Usrah, Nasab, Perwalian, Kewarisan. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama bagi anak dalam memperoleh pendidikan, kasih sayang, perlindungan, serta pembentukan akhlak dan karakter. Dalam masyarakat Muslim, pengangkatan anak menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial terhadap anak yang membutuhkan pengasuhan dan perlindungan. Meskipun demikian, Islam tidak membenarkan praktik pengangkatan anak yang menyebabkan terputusnya hubungan nasab dengan orang tua kandung. Oleh karena itu, pengasuhan anak angkat harus tetap dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip fiqh al-usrah, terutama yang berkaitan dengan nasab, perwalian, dan kewarisan. Di Desa Penataran, Kabupaten Blitar, praktik pengasuhan anak angkat oleh pasangan Muslim telah berkembang dalam kehidupan masyarakat. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya masih ditemukan adanya perbedaan pemahaman masyarakat terkait penerapan hukum Islam terhadap anak angkat. Penelitian ini berfokus pada dua fokus penelitian, yaitu: 1) bagaimana pengasuhan anak angkat yang dilakukan oleh pasangan Muslim di Desa Penataran, Kabupaten Blitar?, dan 2) bagaimana pengasuhan anak angkat oleh pasangan Muslim di Desa Penataran, Kabupaten Blitar dalam perspektif fiqh al-usrah?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pengasuhan anak angkat yang diterapkan pasangan Muslim serta menganalisis praktik tersebut berdasarkan perspektif fiqh al-usrah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian berada di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada pasangan Muslim sebagai orang tua angkat, anak angkat, dan tokoh agama, serta didukung dengan observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, interpretasi dan verifikasi data, serta penarikan kesimpulan. Adapun keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pengasuhan anak angkat oleh pasangan Muslim di Desa Penataran dilakukan melalui pemberian kasih sayang, perhatian, pendidikan agama, pengawasan, serta pemenuhan kebutuhan hidup anak dalam kehidupan sehari-hari. Metode pengasuhan yang diterapkan meliputi keteladanan, pemberian nasihat, pemberian perhatian dan pengawasan, serta pembiasaan nilai-nilai religius dalam lingkungan keluarga. 2) Dalam perspektif fiqh al-usrah, praktik pengasuhan tersebut pada dasarnya telah mencerminkan nilai-nilai Islam dalam menjaga dan melindungi anak. Namun demikian, masih ditemukan beberapa pemahaman masyarakat yang belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan syariat Islam, terutama berkaitan dengan aspek nasab, perwalian, dan kewarisan anak angkat. Sebagian masyarakat masih menempatkan anak angkat sebagaimana anak kandung dalam aspek tertentu, padahal dalam hukum Islam nasab anak tetap kepada orang tua kandung, hak perwalian tetap berada pada wali nasab, dan anak angkat tidak memiliki hak waris secara langsung dari orang tua angkat kecuali melalui hibah atau wasiat. Secara umum, pengasuhan anak angkat di Desa Penataran telah menunjukkan adanya penerapan nilai-nilai fiqh al-usrah dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemaslahatan anak angkat.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | 1860102221049 NAILA KHOIRUN NAILI |
| Date Deposited: | 01 Jul 2026 03:16 |
| Last Modified: | 01 Jul 2026 03:16 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/68853 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
