FENOMENA PERKAWINAN DI BAWAH UMUR TERHADAP KETAHANAN KELUARGA PERSPEKTIF MAQASHID SYARI’AH (Studi Kasus di Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek)

PUTRI ZAIMATUN NABILA, 1860102222194 and ZAENI MAHMUD, 199606011996062612 (2026) FENOMENA PERKAWINAN DI BAWAH UMUR TERHADAP KETAHANAN KELUARGA PERSPEKTIF MAQASHID SYARI’AH (Studi Kasus di Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (919kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (664kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (399kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (538kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (510kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (662kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (527kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (619kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (493kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Abstrak Skripsi dengan judul “Fenomena Perkawinan di Bawah Umur terhadap Ketahanan Keluarga Perspektif Maqashid Syari’ah (Studi Kasus di Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek)” ini ditulis oleh Putri Zaimatun Nabila NIM 1860102222194, Jurusan Syari’ah, Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Pembimbing Zaeni Mahmud, S.H., M.H Kata Kunci: Perkawinan di bawah umur, ketahanan keluarga, Maqashid Syari’ah, kemaslahatan, Jasser Auda Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masifnya perkawinan di bawah umur di Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, meskipun batas usia minimal perkawinan telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Fenomena ini disebabkan adanya berbagai faktor yang melatarbelakangi, seperti faktor ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, adat istiadat, serta kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan anak. Praktik tersebut menarik untuk dikaji lebih lanjut melalui kacamata maqashid syari’ah karena berimplikasi terhadap ketahanan keluarga, baik dari aspek fisik, psikologis, sosial, maupun ekonomi. Fokus pertanyaan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana ketahanan keluarga pada perkawinan di bawah umur di Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek?, 2) Bagaimana ketahanan keluarga pada perkawinan di bawah umur di Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek perspektif Maqashid Syari’ah?. Adapun tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mendeskripsikan ketahanan keluarga pada perkawinan di bawah umur di Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, 2) untuk menganalisis ketahanan keluarga pada perkawinan di bawah umur di Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek perspektif Maqashid Syari’ah. Metode yang digunakan adalah penelitian empiris (field research) dengan pendekatan kualitatif. Penulis menggali data melalui observasi, wawancara dengan beberapa pasangan yang menikah di bawah umur, serta dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis menggunakan perspektif Maqashid Syari’ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) fenomena perkawinan di bawah umur di Desa Timahan dipengaruhi oleh faktor yang beragam mulai dari ekonomi, pendidikan rendah, adat, sampai kekhawatiran orang tua terhadap masa depan seorang anak karena kebutuhan ekonomi yang kurang stabil. Dampaknya terlihat pada belum optimalnya ketahanan keluarga karena ketidaksiapan mental, emosional, dan ekonomi pasangan. 2) Perkawinan di bawah umur di Desa Timahan, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai maqashid yang menekankan perkembangan kebebasan berkeyakinan, perlindungan hak-hak manusia, perwujudan berpikir ilmiah atau perwujudan semangat mencari ilmu pengetahuan, perlindungan keluarga, dan perwujudan solidaritas sosial secara menyeluruh. Hal ini dikarenakan kurangnya kesiapan struktural dan fungsional sebagai suami istri dalam menjalankan hubungan berkeluarga sehingga berdampak pada lemahnya ketahanan keluarga. Oleh karena itu, multidimensioanal menjadi bagian dari upaya preventif untuk mewujudkan kemaslahatan dan keluarga yang berkelanjutan sesuai dengan tujuan syariat Islam.

Item Type: Skripsi
Subjects: Hukum > Hukum Keluarga Islam
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: 1860102222194 PUTRI ZAIMATUN NABILA
Date Deposited: 01 Jul 2026 03:41
Last Modified: 01 Jul 2026 03:41
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/68858

Actions (login required)

View Item View Item