M. ANWAR ASYROFI, 1860301223116 and AHMAD ZAINAL ABIDIN, 1974021319990311002 (2026) KISAH DZUL-QARNAIN DAN YA'JUJ MA'JUJ DALAM AL-QUR'AN (Analisis Struktural Levi-Strauss). [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (914kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (129kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (183kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (220kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (229kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (342kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (249kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (115kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (155kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (229kB) |
Abstract
ABSTRAK Skripsi dengan judul “Kisah Dzul-Qarnain dan Ya’juj Ma’juj dalam Al-Qur’an (Analisis Struktural Levi-Strauss)” ini ditulis oleh M. Anwar Asyrofi, NIM. 1860301223116, dengan pembimbing Prof. Dr. Ahmad Zainal Abidin, M.A. Kata Kunci : Al-Qur'an, Dzul-Qarnain, Levi-Strauss, Strukturalisme, Ya’juj Ma’juj . Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keunikan narasi Al-Qur’an yang menyajikan kisah secara tidak linier, fragmentaris, dan simbolik, namun tetap membentuk satu kesatuan makna. Salah satu kisah yang menunjukkan karakter tersebut adalah kisah Dzul-Qarnain dan Ya’juj Ma’juj dalam Surah al-Kahfi ayat 83-99. Selama ini, kisah tersebut lebih banyak dikaji melalui pendekatan historis dan teologis, sementara analisis struktural naratif, khususnya dengan pendekatan strukturalisme Claude Levi-Strauss, masih relatif terbatas. Kondisi ini melahirkan kebutuhan untuk membaca kisah tersebut sebagai struktur yang utuh dan bermakna. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: bagaimana pengelompokan episode dan ceriteme dalam kisah Dzul-Qarnain dan Ya’juj Ma’juj, bagaimana struktur cerita dibangun melalui relasi antarunsur naratif, serta nilai dan relevansi apa yang dapat ditarik dari kisah tersebut. Penelitian ini bertujuan mengungkap struktur mendalam narasi dengan menelusuri ceriteme, mytheme, dan oposisi biner yang membentuk keseluruhan cerita. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis kepustakaan dengan Surah al-Kahfi ayat 83-99 sebagai data primer, serta kitab tafsir dan literatur pendukung sebagai data sekunder. Analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi episode, penguraian ceriteme dan mytheme, serta pembacaan oposisi biner untuk menemukan struktur berpikir yang tersembunyi di balik teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, narasi Dzul-Qarnain tersusun secara sistematis ke dalam lima episode utama yang digerakkan oleh unit naratif ceriteme. Kedua, Melalui pendekatan strukturalisme Lévi-Strauss, narasi ini dipahami bekerja melalui sejumlah mytheme yang menjembatani ketegangan antara rasionalitas manusia dan ketuhanan. Struktur kisah Dzul-Qarnain dibangun di atas pola oposisi biner yang kontras, seperti iman-kafir, timur-barat, kekokohan-kehancuran, ketertiban-kekacauan, serta kedigdayaan manusia-kuasa Allah. Mytheme “ujian moral vs otoritas pengadilan”, misalnya, menunjukkan bahwa kekuasaan Dzul-Qarnain tidak semata bersifat fisik, melainkan berfungsi sebagai sarana penegakan hukum Ilahi. Sementara itu, relasi antara kecerdasan teknis manusia dan kuasa Allah menegaskan bahwa seluruh capaian peradaban tetap berada di bawah otoritas mutlak Sang Pencipta. Ketiga, nilai-nilai dalam kisah ini memiliki relevansi kuat dengan realitas kehidupan modern, khususnya terkait kepemimpinan dan tanggung jawab sosial. Relasi “altruisme vs transaksi” tampak jelas ketika Dzul-Qarnain menolak imbalan materi dan justru mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan dinding. Sikap ini menegaskan bahwa keamanan dan kesejahteraan tidak dapat diperoleh melalui transaksi semata, melainkan melalui kerja kolektif dan kesadaran bersama. Dengan demikian, struktur kisah ini menawarkan model kepemimpinan yang adil dan rendah hati, yang memadukan kecerdasan dalam perencanaan sosial dengan ketaatan religius sebagai fondasi menjaga keseimbangan peradaban. Sebagai kesimpulan, meskipun penyajian kisah dalam al-Qur’an sering kali bersifat non-linear, setiap bagian memiliki fungsi krusial dalam membangun totalitas makna yang utuh. Peneliti menyarankan agar penelitian selanjutnya memperluas cakupan data dengan melibatkan hadis dan variasi penafsiran ulama klasik maupun kontemporer. Selain itu, disarankan untuk memadukan pendekatan struktural dengan metode lain seperti semiotika agar gambaran makna kisah menjadi lebih komprehensif.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Agama Agama > Al Quran Agama > Tafsir Quran |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Ilmu Al-Quran Dan Tafsir |
| Depositing User: | 1860301223116 M. ANWAR ASYROFI |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 08:18 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 08:18 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/69470 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
