NADIYA NUR RAHMA, 1860102221109 and ASROP SAFI'I, 196909182000031002 (2026) PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP TRADISI PERNIKAHAN DIGUWAK-DITEMU PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DI DESA KARANGGAYAM KECAMATAN SRENGAT KABUPATEN BLITAR. [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (225kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (97kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (259kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (365kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (236kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (209kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (318kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (137kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (146kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (976kB) |
Abstract
Skripsi dengan judul “Persepsi Masyarakat Terhadap Tradisi Pernikahan Diguwak-Ditemu Perspektif Hukum Islam di Desa Karanggayam Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar”, ini ditulis oleh Nadiya Nur Rahma, NIM 1860102221109, Progam Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dengan dosen pembimbing Bapak Prof. Dr. H. Asrop Syafi’i, M.Ag., Kata Kunci: Diguwak-Ditemu, Tradisi Pernikahan, Hukum Islam, Persepsi Masyarakat, Desa Karanggayam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pernikahan yang merupakan ikatan sakral dalam masyarakat Jawa seringkali bersinggungan dengan berbagai aturan adat dan pantangan nenek moyang. Di Desa Karanggayam masyarakat masih memegang teguh tradisi diguwak-ditemu yang dipraktikkan sebagai bentuk “penebusan” atau solusi bagi pasangan yang menghadapi pantangan Jawa (seperti: ngalor-ngulon, jilu, lusan besan) guna menghindari bala’. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: 1.) Bagaimana Tradisi Adat Pernikahan Diguwak-Ditemu di Desa Karanggayam Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar? 2.) Bagaimana Persepsi Masyarakat Terhadap Tradisi Adat Pernikahan Diguwak-Ditemu di Desa Karanggayam Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar? 3.) Bagaimana Perspektif Hukum Islam Terhadap Tradisi Adat Pernikahan Diguwak-Ditemu di Desa Karanggayam Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar? Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Teknis analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tradisi adat pernikahan Diguwak-Ditemu di Desa Karanggayam dianggap oleh masyarakatnya sebagai bentuk “tebusan” akibat melanggar pantangan Jawa. Dilakukan dengan membuang salah satu mempelai, diangkat anak oleh pihak keluarga lawan dilaksanakan sebelum akad nikah dengan tujuan memastikan bahwa pernikahan dapat berjalan lancar tanpa adanya musibah. (2) Masyarakat memiliki persepsi yang positif terhadap tradisi ini sebagai solusi adat agar pernikahan tetap dapat dilaksanakan, mereka berpendapat bahwa tradisi ini tidak bertentangan dengan syariat Islam selama tidak mengandung unsur syirik dan tetap mengakui bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT. (3) Dalam perspektif hukum Islam, tradisi diguwak-ditemu bukan bagian dari syariat pernikahan karena tidak termasuk rukun dan syarat nikah yang ditetapkan dalam Islam. Namun, selama pelaksanaannya tidak mengandung unsur syirik dan tidak bertentangan dengan kaidah Islam, tradisi tersebut masih dapat dilakukan sebagai bagian dari budaya masyarakat.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Hukum > Hukum Islam Sosiologi Agama > Tradisi |
| Divisions: | Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | 1860102221109 NADIYA NUR RAHMA |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 02:13 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 02:13 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/69668 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
