ANALISIS KETATANEGARAAN DALAM SUMPAH JABATAN POLITIK KEPALA DAERAH DITINJAU DALAM FIQIH SIYASAH

WINDI RAHMA ANANTA, 1860103221099 and AHMADI ABDUL SHOMAD FAIZ NAHDHIYANTO, 198204212025211002 (2026) ANALISIS KETATANEGARAAN DALAM SUMPAH JABATAN POLITIK KEPALA DAERAH DITINJAU DALAM FIQIH SIYASAH. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (915kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (762kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (335kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (443kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (619kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (323kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (559kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (656kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (290kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (423kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (702kB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Analisis Ketatanegaraan dalam Sumpah Jabatan Politik Kepala Daerah ditinjau dalam Fiqih siyasah” ditulis oleh Windi Rahma Ananta, NIM 1860103221099, Program Studi Hukum Tatanegara, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Dr. Ahmadi Abdul Shomad Faiz Nahdhiyanto, M.H. Kata Kunci: Sumpah Jabatan Politik Kepala Daerah, Ketatanegaraan, Fiqih siyasah Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena pelanggaran sumpah jabatan oleh kepala daerah di Indonesia menunjukkan lemahnya integritas dan akuntabilitas pejabat publik. Berbagai kasus korupsi dan pelanggaran etika membuktikan bahwa sumpah jabatan sering kali hanya dipahami sebagai formalitas administratif dan belum mampu mencegah penyalahgunaan kekuasaan. Padahal, sumpah jabatan kepala daerah secara yuridis telah diatur dalam Pasal 61 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagai bentuk komitmen moral, hukum, dan konstitusional. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji sumpah jabatan kepala daerah dalam perspektif ketatanegaraan dan fiqih siyasah guna memahami makna dan konsekuensi hukum atas pelanggarannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep sumpah jabatan politik kepala daerah dalam perspektif ketatanegaraan dan fiqih siyasah serta mengkaji konsekuensi hukum terhadap pelanggaran sumpah jabatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum diperoleh dari peraturan perundang-undangan, buku, jurnal, dan literatur terkait, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis menggunakan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif ketatanegaraan, sumpah jabatan kepala daerah merupakan syarat konstitusional yang mengikat secara hukum dan moral dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sementara itu, dalam fiqih siyasah, sumpah jabatan dipandang sebagai amanah dan ba’iat yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, negara, dan masyarakat. Pelanggaran terhadap sumpah jabatan dapat menimbulkan konsekuensi administratif, politik, pidana, serta sanksi moral dan keagamaan. Dengan demikian, sumpah jabatan tidak hanya memiliki dimensi formal yuridis, tetapi juga dimensi etik dan spiritual sebagai dasar integritas kepala daerah dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan.

Item Type: Skripsi
Subjects: Hukum > Hukum Tata Negara
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Tata Negara
Depositing User: 1860103221099 WINDI RAHMA ANANTA
Date Deposited: 30 Jul 2026 06:40
Last Modified: 31 Jul 2026 02:41
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/70284

Actions (login required)

View Item View Item