PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP BIMBINGAN PRANIKAH SATU SEMESTER DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (Studi di KUA Kecamatan Ngancar, Kediri)

FIKI SHOFWATUL FAWAIDAH, 1860102222126 and MASHURI, 196509131997031001 (2026) PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP BIMBINGAN PRANIKAH SATU SEMESTER DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (Studi di KUA Kecamatan Ngancar, Kediri). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.PDF

Download (2MB)
[img] Text
DAFTAR ISI.PDF

Download (2MB)
[img] Text
BAB I.PDF

Download (2MB)
[img] Text
BAB II.PDF
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
BAB III.PDF
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
BAB IV.PDF
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
BAB V.PDF
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
BAB VI.PDF
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.PDF

Download (2MB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, Bimbingan Pranikah, Hukum Keluarga Islam, Maqāṣid al-Syarī'ah, KUA Kecamatan Ngancar Tingginya angka perceraian di Indonesia mendorong Menteri Agama RI Nasaruddin Umar pada Maret 2025 menggulirkan perpanjangan program bimbingan pranikah menjadi satu semester. ini menimbulkan respons yang beragam di masyarakat. Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan persepsi masyarakat di wilayah KUA Kecamatan Ngancar terhadap bimbingan pranikah satu semester; (2) menganalisis kesesuaiannya dengan hukum keluarga Islam dan regulasi pernikahan positif di Indonesia; dan (3) mengkaji implikasi hukum serta maslahat dari implementasi program tersebut dalam membentuk keluarga sakinah dan menurunkan potensi konflik pasca nikah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi di KUA Kecamatan Ngancar. Informan terdiri atas calon pengantin, tokoh agama, tokoh pemuda, serta pejabat dan penyuluh KUA. Analisis data menggunakan model kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, persepsi masyarakat Ngancar bersifat moderat dan kondisional seluruh kelompok informan menerima substansi bimbingan pranikah, namun mayoritas calon pengantin menolak durasi satu semester atas dasar teknis-praktis berupa benturan jadwal kerja dan keterbatasan waktu, bukan penolakan terhadap nilai pembinaan itu sendiri; kedua, ini secara prinsip selaras dengan hukum keluarga Islam melalui kerangka kaidah mā lā yatimmu al-wājib illā bihi fahuwa wājib dan dar'ul mafāsid muqaddamun 'alā jalb al-maṣālih, serta kompatibel dengan UU Nomor 16 Tahun 2019, Kompilasi Hukum Islam, dan Kepdirjen Bimas Islam Nomor 189 Tahun 2021, meskipun belum memiliki payung regulasi teknis yang memadai; ketiga, ditinjau dari maqāṣid al-syarī'ah, program ini mengandung kemaslahatan yang hakiki terutama dalam dimensi ḥifẓ al-nasl dan ḥifẓ al-nafs, namun potensi tersebut hanya akan terealisasi apabila implementasinya bersifat fleksibel, didukung kapasitas kelembagaan KUA yang memadai, dan disertai mekanisme pencegahan mudarat sosial.

Item Type: Skripsi
Subjects: Agama
Hukum > Hukum Keluarga Islam
Perdata Islam
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: 1860102222126 FIKI SHOFWATUL FAWAIDAH
Date Deposited: 03 Aug 2026 04:37
Last Modified: 03 Aug 2026 04:37
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/70354

Actions (login required)

View Item View Item