ADIB IBNU ASROQ, 1860307222037 and MUHAMMAD AINUN NAJIB, 198103092015031001 (2026) DINAMIKA POLITIK NAHDLATUL ULAMA CABANG TRENGGALEK PASCA KEBIJAKAN FUSI PARTAI 1973 – 1985. [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (583kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (326kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (143kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (182kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (191kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (277kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (148kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (149kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini membahas tentang dinamika politik Nahdlatul Ulama Cabang Trenggalek pasca kebijakan fusi partai 1973 – 1985. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kondisi dinamika politik NU Cabang Trenggalek yang harus beradaptasi terhadap tekanan politik pemerintah Orde Baru, serta perubahan orientasi organisasi dalam menghadapi kebijakan negara yang mempengaruhi peran politik dan sosial organisasi di tingkat lokal. Dalam penelitian ini terdapat dua rumusan masalah, yaitu: Pertama, bagaimana dinamika politik NU Cabang Trenggalek dalam menghadapi tekanan dan kontrol politik Orde Baru tahun 1973-1984. Kedua, bagaimana orientasi politik NU Cabang Trenggalek pasca keputusan “kembali ke khittah 1926” tahun 1984-1985. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perjalanan politik NU Cabang Trenggalek pasca kebijakan fusi partai tahun 1973 hingga perubahan orientasi politik seelah keputusan “kembali ke khittah 1926”, khususnya dalam mengungkap strategi dan peran aktivis politik NU Cabang Trenggalek dalam menghadapi tekanan dan kontrol politik dari pemerintah Orde Baru. Penulisan skripsi ini disusun dengan menggunakan metode penelitian sejarah, yaitu: pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik sumber), interpretasi (penafsiran), dan historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivis politik NU Cabang Trenggalek berhasil mempertahankan pengaruhnya di tengah tekanan politik Orde Baru (pembatasan aktivitas dan intervensi aparat) melalui pemanfaatan jaringan sosial-keagamaan dan hubungan dengan birokrasi lokal. Keputusan "kembali ke khittah 1926" pada 1984 menjadi titik balik penting, mengubah orientasi NU Cabang Trenggalek dari politik praktis menuju penguatan peran sosial-keagamaan. Perubahan ini membuktikan kemampuan adaptasi organisasi dalam menjaga legitimasi sosialnya, sekaligus menegaskan bahwa dinamika politik lokal merupakan hasil negosiasi antara kekuatan lokal dan struktur kekuasaan nasional. Kata Kunci: Fusi Partai, Khittah 1926, Politik NU, Trenggalek
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Sejarah Peradaban Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | 1860307222037 ADIB IBNU ASROQ |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 02:26 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 02:26 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/70645 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
