MEIRA NUR FADIA RAHMAH, 1860102222175 and HUSNUL HAQ, 198307032011011017 (2026) KEDUDUKAN ANAK ANGKAT DALAM PEMBAGIAN HARTA WARISAN PERSPEKTIF MAQASHID AL-SYARIAH DAN HAK PERLINDUNGAN ANAK (Studi Kasus di Desa Wajak Kidul Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung). [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (796kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (395kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (130kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (346kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (439kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (218kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (282kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (253kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (73kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (163kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Meira Nur Fadia Rahmah, 1860102222175, “Kedudukan Anak Angkat dalam Pembagian Harta Warisan Perspektif Maqashid Al-Syariah dan Hak Perlindungan Anak (Studi Kasus di Desa Wajak Kidul Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung)”. Skripsi, Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2026, Pembimbing: Dr. H. Husnul Haq, Lc. M.A. Kata kunci: Anak Angkat, Hak Perlindungan Anak, Maqashid Al-Syariah, Warisan Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya realita sosial mengenai praktik pengangkatan anak di masyarakat, khususnya yang terjadi di Desa Wajak Kidul, dalam kaitannya dengan pembagian harta warisan. dalam perspektif hukum islam, anak angkat tidak memiliki hubungan nasab dengan orang tua angkatnya, sehingga tidak termasuk dalam golongan ahli waris. Meskipun demikian, dalam praktiknya anak angkat kerap diperlakukan sebagai bagian dari keluarga sehingga diposisikan layaknya anak kandung. Fenomena ini menimbulkan urgensi untuk mengkaji kedudukan anak angkat dalam pembagian harta warisan perspektif maqashid al-syariah dan hak perlindungan anak. Fokus dari penelitian ini adalah: 1) Bagaimana kedudukan anak angkat dalam pembagian harta warisan di Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung? 2) Bagaimana kedudukan anaka nagkat dalam pembagian harta warisan perspektif maqashid al-syariah di Desa Wajak Kidul Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung? 3) Bagaimana kedudukan anak angkat dalam pembagian harta warisan perspektif hak perlindungan anak di Desa Wajak Kidul, Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui kedudukan anak angkat dalam pembagian harta warisan di Desa Wajak Kidul Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. 2) Untuk mengetahui kedudukan anak angkat dalam pembagian harta warisan perspektif maqashid al-syariah di Desa Wajak Kidul Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. 3) Untuk mengetahui kedudukan anak angkat dalam pembagian harta warisan perspektif hak perlindungan anak di Desa Wajak Kidul Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan yuridis-empiris dengan metode kualitatif. Data diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta didukung oleh data sekunder berupa jurnal ilmiah, skripsi terdahulu, dan peraturan perundang-undangan. Analisis data dilakukan menggunakan metode interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Dalam praktik pembagian harta warisan kepada anak angkat di Desa Wajak Kidul, anak angkat dipandang sebagai bagian dari keluarga yang memiliki hak dan kewajiban yang setara dengan anak kandung, meskipun secara hukum islam tidak termasuk dalam ahli waris yang sah. Pembagian harta warisan kepada anak angkat dilakukan melalui mekanisme hibah dan wasiat berdasarkan musyawarah keluarga, bahkan anak angkat memperoleh bagian yang mendekati atau setara dengan anak kandung. 2) Dalam perspektif maqashid al-syariah, praktik ini mencerminkan nilai keadilan (al-‘adll), kemaslahatan (al-maslahah), dan keseimbangan (al-tawazun), terutama dalam menjaga harta (hifdz al-mal) dan menjaga keturunan (hifdz an-nasl). 3) Sementara itu, dalam perspektif hak perlindungan anak mendapatkan perlindungan ekonomi dan jaminan hidup yang layak tanpa diskriminasi, sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Hukum > Hukum Islam Hukum > Hukum Keluarga Islam Hukum > Perlindungan Hukum |
| Divisions: | Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | 1860102222175 MEIRA NUR FADIA RAHMAH |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 03:50 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 03:50 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/70832 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
