TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP WANPRESTASI DALAM AKAD ISTISHNA’ (Studi Kasus di Persada Sablon Desa Rejoagung Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung)

RISA AYU RATNASARI, 1860101223230 and AHMAD MUHTADI ANSHOR, 197007202000031001 (2026) TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP WANPRESTASI DALAM AKAD ISTISHNA’ (Studi Kasus di Persada Sablon Desa Rejoagung Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (608kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (533kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (290kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (234kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (542kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (182kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (300kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (335kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (156kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (219kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Skripsi dengan judul, “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Wanprestasi Dalam Akad Istishna’ (Studi Kasus Di Persada Sablon Desa Rejoagung Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung)” ini ditulis oleh Risa Ayu Ratnasari, NIM. 1860101223230, dengan pembimbing Prof. Dr. H. Ahmad Muhtadi Anshor, M.Ag. Kata Kunci: Akad Istishna’, Ketidaksesuaian Pesanan, Wanprestasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik transaksi pemesanan barang di Persada Sablon yang menggunakan sistem produksi berdasarkan pesanan konsumen. Dalam praktiknya, konsumen dapat menentukan desain, jenis bahan, ukuran, warna, dan jumlah pesanan sesuai kebutuhan. Praktik tersebut menunjukkan karakteristik akad Istishna’ karena produk dibuat setelah adanya kesepakatan antara konsumen dan pelaku usaha. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan adanya ketidaksesuaian hasil pesanan dengan spesifikasi yang telah disepakati di awal. Kondisi tersebut menunjukkan adanya wanprestasi dalam pelaksanaan akad Istishna’ yang perlu ditinjau terkait penyelesaiannya berdasarkan hukum Islam Pertanyaan pada penelitian ini adalah: 1) Bagaimana tinjauan akad Istishna’ dalam transaksi pemesanan barang di persada sablon Desa Rejoagung Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung? 2) Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap wanprestasi dalam akad Istishna’ di persada sablon Desa Rejoagung Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung? Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk menganalisis penerapan akad Istishna’ dalam transaksi pemesanan barang di Persada Sablon Desa Rejoagung Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung; 2) untuk menganalisis tinjauan hukum Islam terhadap wanprestasi dalam akad Istishna’ di Persada Sablon Desa Rejoagung Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan akad Istishna’ dalam transaksi pemesanan barang di Persada Sablon pada dasarnya telah berjalan sesuai dengan ketentuan akad, yang ditandai dengan terpenuhinya rukun dan syarat, seperti adanya para pihak, kejelasan objek pesanan, harga, sistem pembayaran, serta kesepakatan (ijab dan qabul) yang dilakukan secara langsung maupun melalui media elektronik. Namun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan ketidaksesuaian antara pesanan dengan hasil produksi, sehingga menunjukkan bahwa pelaksanaan akad belum sepenuhnya optimal meskipun telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku; 2) Ditinjau dari hukum Islam, ketidaksesuaian pesanan tersebut termasuk bentuk wanprestasi karena pelaksanaan prestasi tidak sesuai dengan isi perjanjian yang telah disepakati antara pelaku usaha dan konsumen. Penyelesaian wanprestasi dilakukan melalui sulh (musyawarah atau perdamaian) antara pihak usaha dan konsumen guna mencapai penyelesaian yang disepakati bersama. Bentuk penyelesaiannya berupa perbaikan hasil sablon, penggantian produk yang tidak sesuai, sebagai bentuk dhaman (tanggung jawab/ganti rugi) dari pihak usaha atas kerugian yang dialami konsumen. Penyelesaian tersebut menunjukkan adanya itikad baik dari pihak Persada Sablon dalam memenuhi tanggung jawabnya. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan konsistensi dalam pelaksanaan akad agar hak dan kewajiban para pihak dapat terlindungi sesuai prinsip hukum ekonomi syariah.

Item Type: Skripsi
Subjects: Ekonomi > Akad
Hukum > Hukum Ekonomi Islam
Hukum > Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: 1860101223230 RISA AYU RATNASARI
Date Deposited: 17 Aug 2026 03:56
Last Modified: 17 Aug 2026 03:56
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/70908

Actions (login required)

View Item View Item