PANDANGAN KIAI PESANTREN TENTANG PEMENUHAN NAFKAH KELUARGA MIGRAN INDONESIA PERSPEKTIF MAQASHID SYARI’AH DI KECAMATAN CAMPURDARAT KABUPATEN TULUNGAGUNG

IHYA' INAYATUL AGUSTIN, 1860102222207 and AHMAD MUSONNIF, 197810242009121001 (2026) PANDANGAN KIAI PESANTREN TENTANG PEMENUHAN NAFKAH KELUARGA MIGRAN INDONESIA PERSPEKTIF MAQASHID SYARI’AH DI KECAMATAN CAMPURDARAT KABUPATEN TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (945kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (525kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (457kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (587kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (879kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (422kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (535kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (738kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (275kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (364kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Pandangan Kiai Pesantren Tentang Pemenuhan Nafkah Keluarga Migran Indonesia Perspektif Maqashid Syari’ah di Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung” ini ditulis oleh Ihya’ Inayatul Agustin, NIM. 1860102222207, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Program Studi Hukum Keluarga Islam, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing: Dr. Ahmad Musonnif, M.H.I. Kata Kunci: Kiai Pesantren, Maqashid Syari’ah, Nafkah Keluarga, Pekerja Migran Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena banyaknya masyarakat di Kecamatan Campurdarat yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia. Kondisi ini menyebabkan terpisahnya jarak fisik antara suami dan istri dalam waktu yang lama (long distance marriage), sehingga muncul problematika dalam pemenuhan nafkah keluarga, baik dari segi nafkah lahir (materi) maupun nafkah batin (perhatian emosional dan biologis). Kiai pesantren sebagai tokoh otoritas keagamaan di masyarakat memiliki pandangan penting dalam menyikapi problematika ini demi menjaga kemaslahatan dan keutuhan rumah tangga. Fokus dan pertanyaan penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pandangan kiai pesantren Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung tentang pemenuhan nafkah keluarga migran Indonesia? (2) Bagaimana pemenuhan nafkah keluarga migran Indonesia ditinjau dari perspektif Maqashid Syari’ah? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yang bersifat yuridis empiris. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dua kiai pesantren di Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung serta lima istri Pekerja Migran Indonesia di Desa Gedangan sebagai pelengkap fakta sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Para kiai berpendapat bahwa suami bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia diperbolehkan (mubah) demi kemaslahatan ekonomi keluarga. Pemenuhan nafkah batin tetap wajib diupayakan melalui pemanfaatan teknologi komunikasi digital secara intensif atas dasar komitmen, saling percaya (husnudzon), dan ridha bersama. Namun, jika perpisahan fisik yang terlalu lama berpotensi menimbulkan kemudharatan moral, maka dianjurkan untuk membatasi durasi kepergian (maksimal 4-6 bulan) atau memboyong istri ikut serta. (2) Secara tinjauan Maqashid Syari’ah, pemenuhan nafkah keluarga migran Indonesia berada dalam koridor pemeliharaan jiwa (hifz al-nafs) dan harta (hifz al-mal). Namun, agar tidak mengorbankan aspek pemeliharaan keturunan (hifz al-nasl) dan agama (hifz al-din) akibat ketiadaan pengasuhan langsung dari ayah, maka diperlukan upaya penyeimbang untuk mencegah kemudaratan. Pandangan para kiai ini merefleksikan aspek kemudahan dan kemaslahatan yang berorientasi pada menjaga stabilitas ekonomi (hifz al-mal) serta keutuhan keluarga (hifz al-nasl), yang diimplementasikan melalui pembatasan durasi tinggal di luar negeri, penguatan kualitas komunikasi virtual, serta pengarahan pendidikan anak ke pondok pesantren agar kecerdasan spiritualnya tetap terjaga.

Item Type: Skripsi
Subjects: Hukum > Hukum Keluarga Islam
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: 1860102222207 IHYA` INAYATUL AGUSTIN
Date Deposited: 27 Aug 2026 08:14
Last Modified: 27 Aug 2026 08:14
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/71601

Actions (login required)

View Item View Item