MUHAMMAD NURUL HUDHA, 1860301223130 and AKHOL FIRDAUS, 197804272023211006 (2026) DIALEKTIKA TAFSIR DALAM Q.S. THAHA AYAT 120 (Analisis Tafsīr Ath-Thabāri, Tafsīr Al-Rāzi, dan Tafsīr Al-Mishbāh). [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (463kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (367kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (433kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (499kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (690kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (592kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (300kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (324kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (461kB) |
Abstract
Skripsi dengan judul “Dialektika Tafsir Surah Thaha: 120 Dalam Al-Qur’an: Analisis Tafsir Al-Tabari, Tafsir Al-Razi, Dan Tafsir Al Mishbah” oleh Muhammad Nurul Hudha, NIM. 1860301223130, dengan dosen pembimbing Dr. Akhol Firdaus, M.Pd., NIP. 197804272023211006 Kata Kunci: Dialektika syajarah al-Khuldi, syajarah al-Khudli, pesan moral syajarah al-Khuldi. Penafsiran syajarah al-khuldi dalam Q.S. Thaha ayat 120 selama ini sering kali hanya dipahami sebagai penyebab turunnya Nabi Adam dan Hawa ke bumi akibat pelanggaran terhadap perintah Allah Swt. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan pemaknaan syajarah al-khuldi dalam Tafsīr Ath-Thabarī, Tafsīr Al-Rāzī, dan Tafsīr Al-Mishbāh dengan menggunakan kerangka dialektika Hegel, serta melihat relevansinya bagi kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif studi pustaka dan studi komparatif (muqāran). Hasil penelitian ini menemukan bahwa pemaknaan terhadap ayat tersebut mengalami dialektika di setiap eranya. Pandangan Ath-Thabari menjadi tesis yang menekankan pemaknaan tekstual berdasarkan riwayat-riwayat klasik. Posisi ini kemudian direspons oleh Al-Razi sebagai anti-tesis melalui sudut pandang filosofis, yang melihat peristiwa tersebut sebagai wujud kerentanan spiritual manusia terhadap godaan keabadian. Selanjutnya, Quraish Shihab hadir sebagai sintesis yang menggabungkan aspek tekstual dan rasional, lalu memosisikan fenomena ini sebagai simbol dari dorongan nafsu dan ambisi manusia saat ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dialektika tafsir syajarah al-khuldi bergeser dari sekadar narasi masa lalu menjadi pesan moral yang relevan untuk merespons ketamakan manusia di era modern.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Agama > Tafsir Quran |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Ilmu Al-Quran Dan Tafsir |
| Depositing User: | 1860301223130 MUHAMMAD NURUL HUDHA |
| Date Deposited: | 12 Oct 2026 02:17 |
| Last Modified: | 12 Oct 2026 02:17 |
| URI: | https://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/72994 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
