RAHMA KHOIRUNNISA, 1860309221019 and REFKI RUSYADI, 198612272023211020 (2026) TRANSFORMASI TRADISI BARITAN DARI HAJAT KELUARGA MENUJU HAJAT KOLEKTIF (Koeksistensi Dua Bentuk Praktik di Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung). [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (880kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (621kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (665kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (566kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (769kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (478kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (438kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (468kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Skripsi dengan judul “Transformasi Tradisi Baritan Dari Hajat Keluarga Menuju Hajat Kolektif: Koeksistensi Dua Bentuk Praktik Di Desa Rejosari, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung” ini ditulis oleh Rahma Khoirunnisa, NIM. 1860309221019, dengan dosen pembimbing Dr. Refki Rusyadi, S.S., M. Pd.I. Kata Kunci: Transformasi Tradisi, Baritan, Hajat Keluarga, Hajat Kolektif, Keberlangsungan Tradisi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena transformasi dari praktik tradisi Baritan yang ada di Desa Rejosari yang awalnya ritual dalam lingkup keluarga menjadi kolektif yang diselenggarakan di pertigaan Tumpaknongko. Transformasi ini terjadi sekitar 2012 yang diawali dari pernyataan beberapa masyarakat terhadap beban persiapan individu terhadap tradisi Baritan hajat keluarga yang dianggap memberatkan dan tidak efisien. Transformasi tradisi baritan ini tidak menghilangkan sepenuhnya praktik lama sehingga kedua bentuk praktik lama saling berjalan berdampingan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis mekanisme transformasi tradisi baritan dari hajat keluarga menuju hajat kolektif; (2) menganalisis urgensi yang mendorong terjadinya koeksistesi dua bentuk praktik tradisi baritan di Desa Rejosari; (3) menjelaskan implikasi koeksistensi kedua bentuk tradisi baritan tersebut terhadap keberlangsungannya melalui perspektif teori strukturasi Anthony Giddens. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan studi kasus untuk dapat menganalisis fenomena dalam penelitian ini lebih dalam. pengalian data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi terhadap pelaksanaan tradisi Baritan dan dokumentasi. Sumber data didapatkan melalui wawancara dengan jumlah 5 informan yaitu sesepuh desa, generasi muda, masyarakat yang berpartisipasi dalam tradisi baritan kolektif dan beberapa sumber jurnal, buku dan website Desa Rejosari. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Transformasi tradisi baritan berlangsung melalui musyawarah antara beberapa masyarakat, sesepuh dan RT sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi masyarakat Desa Rejosari; (2) Tradisi baritan mengalami transformasi dari hajat keluarga menuju hajat kolektif di pertigaan disertai inovasi berupa penghiasan takir plonthang, arak-arakan dan adanya dresscode dalam pelaksanaan tradisi baritan kolektif. (3) Transformasi tradisi baritan ini tidak menghilangkan bentuk lama, karena tradisi baritan hajat keluarga masih tetap dilaksanakan oleh beberapa masyarakat sehingga bentuk tradisi baritan hajat keluarga dan hajat kolektif hidup berdampingan.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Agama Sosiologi Agama > Budaya Sosiologi Agama Sosiologi Agama > Tradisi |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | 1860309221019 RAHMA KHOIRUNNISA |
| Date Deposited: | 29 Oct 2026 06:33 |
| Last Modified: | 29 Oct 2026 06:33 |
| URI: | https://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/73305 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
