RISA LIA HOLIDAH, 12309183031 (2022) MAKNA SIMBOLIK RITUAL YADNYA KASADA DI GUNUNG BROMO. [ Skripsi ]
|
Text
MAKNA SIMBOLIK RITUAL YADNYA KASADA DI GUNUNG BROMO.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Letak geografis Gunung Bromo yang berada daerah pengunungan memiliki kontur tanah yang cocok untuk lahan perkebunan, potensi objek wisata serta budaya. Suku Tengger adalah warga lokal yang bertempat tinggal di lereng gunung Bromo Tengger. Kebudayaan dan tradisi dari suku tengger masih tetap dipegang teguh dan dilaksanakan sampai saat ini. Salah satu kebudayaan yang tetap berjalan ditengah kemajuan zaman teknologi saat ini adalah upacara adat Yadnya Kasada. Upacara ini diyakini sebagai persembahan terhadap tuhan masyarakat suku Tengger yang mayoritas beragama Hindhu atas karunia dan rezeki yang telah diberikan. MasyarakatTengger dikenal dengan ketaatan yang tinggi terhadap tuhannya. Masyarakat suku Tengger menunjukkan nilai-nilai leluhur yang masyarakat suku Tengger menjaga dan melestarikan mampu membentuk suatu kerukunan beragama karena saat pelaksanan adat istiadat khususnya upacara Yadnya Kasada semua menyatu menjadi satu tanpa membeda-bedakan dari latar belakang manapun. Berdasarkan latar belakang tersebut dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut: 1)Apa itu ritual yadnya kasada di gunung Bromo? 2) Bagaimana makna simbolik Upacara yadnya kasada di Gunung Bromo? 3) Bagaimana pelaksanaan Upacara adat yadnya kasada di Gunung Bromo? . Masyarakat Tengger sangat mempercayai bahwa kesulitan apapun yang di alami masyarakat suku Tengger apabila mereka melakukan ritual persembahan kepada arwah leluhur mereka, akan diberi kelancaran dalam kehidupan jika sudah melakukan ritual upacara yadnya kasada. Upacara yadnya kasada yang dilakukan setiap malam purnama saat bulan kasada masyarakat suku Tengger mendatangi pure dan melarung sesaji ke kawah Gunung Bromo dan sebagian tandur tuwuh atau hasil panen mereka untuk puja bhakti kepada Sang hyang widhi. Metode penelitian yang digunakan merekontruksi kebudayaan tradisional upacara Yadnya Kasada adalah metode penelitian Kualitatif Fenomenologi. Peneliti menggunakan metode ini karena mencari sumber sejarah yang relevan dan sesuai kebutuhan tema yang ditulis. Berdasarkan analisis terhadap fakta serta sumber-sumber yang telah didapatkan hasil bahwa upacara Yadnya Kasada adalah representasi dari legenda asli suku Tengger. Kasada menunjukkan bahwa kehidupan di dunia dapat aman dan tentram apabila menjalin hubungan yang baik antara manusia dengan tuhan-Nya. Teori yang digunakan peneliti teori sakral dan profan Emile Durkheim. Teori sakral Durkheim merupakan pengalaman kemasyarakatan yang menjadi lambang kebersatuan transenden yang dimanifestasikan dalam simbol-simbol masyarakat. Sedangkan profan merupakan pengalaman individual yang dianggap lebih rendah dari pengalaman sakral. Hasil peneliti Ritual yadnya kasada adalah sebuah upacara adat umat Hindhu masyarakat Tengger yang diselenggarakan setiap tahun. Yadnya kasada merupakan upacara adat sebuah ritual untuk memohon keselamatan, kemakmuran, dan tolak balak kepada Sang Hyang Widhi. Makna simbolik ritual yadnya kasada seaji yang dibawah oleh masyarakat suku Tengger seperti hewan kambing ataupun ayam, sayur-mayur dan umbi-umbian merupakan bentuk rasa syukur dan keselamatan apa mereka yang pelihara agar semakin lancar tidak ada mara bahaya apapun yang tidak diinginkan. Pelaksanaan upacara adat yadnya kasada dilakukan pada tanggal 14-16 bulan kasada atau saat bulan purnama nampak. Prosesi upacara kasada Bromo dimulai dengan beberapa ritual seperti pengambilan air suci dari mata air widodaren. Kata Kunci:Upacara adat, dinamika kebudayaan, yadnya kasada.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | 12309183031 RISA LIA HOLIDAH |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 03:49 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 03:49 |
| URI: | https://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/72779 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
