CINDYCHA DEWI AFRILLIA, 1860103222129 and SITI KHOIROTUL ULA, 199002072019032017 (2026) PANDANGAN PEMUDA KARANG TARUNA DESA MUNJUNGAN TENTANG PASAL 8 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2009 TENTANG KEPEMUDAAN DAN KEOLAHRAGAAN PERSPEKTIF FIKIH SIYASAH (Studi Kasus Pada Karang Taruna di Desa Munjungan Kabupaten Trenggalek). [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (706kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (182kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (83kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (271kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (283kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (200kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (511kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (231kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (154kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (176kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
ABSTRAK CINDYCHA DEWI AFRILLIA, 1860103222129, Pandangan Pemuda Karang Taruna Desa Munjungan Tentang Pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan Dan Keolahragaan Perspektif Fikih Siyasah (Studi Kasus Pada Karang Taruna di Desa Munjungan Kabupaten Trenggalek), Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2026, Pembimbing Dr. Siti Khoirotul Ula, M.H.I. Kata Kunci: Karang Taruna, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009, Kepemudaan, Fikih Siyasah. Pemuda merupakan aset penting dalam pembangunan bangsa karena memiliki peran sebagai agen perubahan. Peran tersebut telah diatur dalam Pasal 8 Undang- Undang Nomor 40 Tahun 2009 yang mengatur pelayanan kepemudaan melalui berbagai strategi, seperti bela negara, peningkatan kapasitas, pengembangan potensi, serta partisipasi dalam kegiatan sosial dan keolahragaan. Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan di tingkat desa menjadi salah satu wadah yang memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan ketentuan tersebut. Namun, pada kenyataannya pelaksanaan kegiatan Karang Taruna di Desa Munjungan masih menghadapi berbagai kendala, seperti kurangnya partisipasi anggota, rendahnya kekompakan organisasi. Kondisi tersebut mendorong peneliti untuk mengkaji pandangan pemuda Karang Taruna terhadap Pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 ditinjau dari perspektif fikih siyasah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana Pandangan Pemuda Karang Taruna Desa Munjungan Tentang Pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan dan Keolahragaan? 2)Bagaimana Pandangan Pemuda Karang Taruna Desa Mnjungan Tentang Pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan Dan Keolahragaan Perspektif Fikih Siyasah? Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris, teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dimulai dari pengumpulan data dari lapangan, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) pemuda Karang Taruna Desa Munjungan pada dasarnya telah memahami pentingnya peran pemuda sebagaimana diatur dalam Pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009. Akan tetapi, implementasinya belum berjalan secara maksimal karena masih terdapat hambatan berupa rendahnya kesadaran anggota, kurangnya kekompakan organisasi, serta minimnya partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial maupun olahraga. 2) Dari perspektif fikih siyasah, kondisi tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai kemaslahatan, tanggung jawab sosial, serta prinsip amar ma'ruf nahi munkar belum terlaksana secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang lebih baik antara pemerintah desa, pengurus Karang Taruna, dan masyarakat dalam melakukan pembinaan serta meningkatkan partisipasi pemuda agar tujuan kepemudaan sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang dapat terwujud dan sejalan dengan nilai-nilai Islam. CINDYCHA DEWI AFRILLIA, 1860103222129, Youth Perspectives of the Munjungan Village Youth Organization on Article 8 of Law Number 40 of 2009 Concerning Youth and Sports: A Fiqh Siyasah Perspective (A Case Study of the Youth Organization in Munjungan Village, Trenggalek Regency), Constitutional Law Study Program, Faculty of Sharia and Law, Sayyid Ali Rahmatullah State Islamic University, Tulungagung, 2026, Supervisor: Dr. Siti Khoirotul Ula, M.H.I. Keywords: Youth Organization, Law Number 40 of 2009, Youth, Fiqh Siyasah. Youth play a strategic role in national development as agents of change who contribute to social, community, and national life. This role is regulated in Article 8 of Law Number 40 of 2009 on Youth, which emphasizes youth services through various strategies, including strengthening national defense awareness, capacity building, talent development, and participation in social and sports activities. As a youth organization at the village level, Karang Taruna is expected to implement these provisions. However, the implementation of its programs in Munjungan Village still faces several challenges, such as low youth participation, limited organizational solidarity, and the underutilization of facilities provided by the village government. These conditions encouraged the researcher to examine the perspectives of Karang Taruna members regarding the implementation of Article 8 of Law Number 40 of 2009 from the perspective of Fiqh Siyasah. The research questions are formulated as follows: 1) What are the views of the youth of the Munjungan Village Youth Organization (Karang Taruna) regarding Article 8 of Law Number 40 of 2009 concerning Youth and Sports? 2) What are the views of the youth of the Munjungan Village Youth Organization (Karang Taruna) regarding Article 8 of Law Number 40 of 2009 concerning Youth and Sports from the perspective of Islamic jurisprudence (fiqh siyasah)? The research method used was descriptive qualitative research with an empirical juridical approach. Data collection techniques were obtained through observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques began with field data collection, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that: 1) the members of the Karang Taruna Youth Organization in Munjungan Village generally understand the importance of the role of youth as stipulated in Article 8 of Law Number 40 of 2009 concerning Youth. However, its implementation has not been fully effective due to several obstacles, including the low level of members' awareness, the lack of organizational cohesion, and the limited participation of youth in social and sports activities. 2) From the perspective of fiqh siyasah, this condition indicates that the values of maslahah (public welfare), social responsibility, and the principle of amar ma'ruf nahi munkar (enjoining good and forbidding evil) have not been implemented optimally. Therefore, stronger collaboration among the village government, Karang Taruna administrators, and the community is needed to improve youth development and encourage greater participation so that the objectives of youth development as mandated by the law can be achieved in accordance with Islamic values.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Hukum > Hukum Tata Negara |
| Divisions: | Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Tata Negara |
| Depositing User: | 1860103222129 CINDYCHA DEWI AFRILLIA |
| Date Deposited: | 13 Oct 2026 02:08 |
| Last Modified: | 13 Oct 2026 02:08 |
| URI: | https://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/73029 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
