UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung INSTITUTIONAL REPOSITORY UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

KIAT-KIAT PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ISLAM HUMANISTIK DALAM MENGUATKAN MODERASI BERAGAMA DI MAJELIS SABILU TAUBAH KABUPATEN BLITAR

MUHAMMAD AFIF SAPUTRA, 1880506230048 and MUJAMIL QOMAR, 196503011993031003 and ABD. AZIZ, 197206012000031002 (2025) KIAT-KIAT PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ISLAM HUMANISTIK DALAM MENGUATKAN MODERASI BERAGAMA DI MAJELIS SABILU TAUBAH KABUPATEN BLITAR. [ Thesis ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (2MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (569kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (192kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (232kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (374kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (105kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (215kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (184kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (144kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (145kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK Tesis dengan judul “Kiat-Kiat Pembelajaran Pendidikan Islam Humanistik dalam Menguatkan Moderasi Beragama di Majelis Sabilu Taubah Kabupaten Blitar” ini ditulis oleh Muhammad Afif Saputra, NIM 1880506230048, dengan pembimbing Dr. H. Imam Junaris, S.Ag., M.H.I. Kata Kunci: Pendidikan Islam Humanistik, Moderasi Beragama, Majelis Taklim, Kiat Pembelajaran, Sabilu Taubah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan moderasi beragama dalam konteks masyarakat Indonesia yang multikultural. Dalam situasi di mana ekstremisme keagamaan dapat muncul sebagai ancaman terhadap harmoni sosial, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan keberagaman. Pendekatan humanistik dipandang sebagai solusi yang mampu memanusiakan peserta didik, menghargai kebebasan berpikir, serta menumbuhkan empati dan kesadaran sosial. Majelis taklim sebagai lembaga pendidikan nonformal berpotensi besar menjadi ruang penyadaran spiritual dan sosial, namun pendekatan pembelajaran yang digunakan belum banyak dikaji secara mendalam. Majelis Sabilu Taubah Kabupaten Blitar menunjukkan praktik pembelajaran yang menekankan dialog, kasih sayang, dan penghargaan terhadap perbedaan sehingga relevan untuk diteliti, terutama dalam konteks penguatan moderasi beragama. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mengungkap kiat-kiat pembimbingan pendidikan Islam humanistik dalam menguatkan moderasi beragama di Majelis Sabilu Taubah; (2) mengidentifikasi kiat-kiat pembinaan humanistik yang diterapkan majelis dalam membentuk jamaah yang moderat; dan (3) merumuskan kiat-kiat pembiasaan nilai-nilai humanistik Islam sebagai upaya internalisasi moderasi beragama pada jamaah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, yang berfokus pada Majelis Sabilu Taubah Kabupaten Blitar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan sumber data meliputi informan, aktivitas majelis, serta arsip dan dokumen terkait. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kiat-kiat pembimbingan dilakukan melalui pendekatan dialogis, empatik, dan personal, di mana pengurus berperan sebagai pendamping yang mendorong kesadaran diri, keterbukaan, dan penerimaan terhadap keragaman. (2) Kiat-kiat pembinaan menekankan penguatan akhlak, penumbuhan kesadaran kritis, dan pemberdayaan sosial jamaah, sehingga mendorong terbentuknya pribadi yang inklusif, berakhlak mulia, dan peduli terhadap harmoni sosial. (3) Kiat-kiat pembiasaan diwujudkan melalui penginternalisasian nilai-nilai moderasi beragama seperti tawassuth, tawazun, i‘tidal, tasamuh, musawah, dan syura yang dihidupkan dalam praktik keagamaan dan interaksi sosial sehari-hari. Secara keseluruhan, pendidikan Islam humanistik yang diterapkan di Majelis Sabilu Taubah mampu menjadi model pendidikan masyarakat yang efektif dalam menumbuhkan pribadi muslim yang moderat, toleran, dan berjiwa rahmatan lil ‘alamin. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa moderasi beragama dapat dibentuk secara alami melalui pola pembelajaran yang empatik, dialogis, dan kontekstual di tingkat komunitas. ABSTRACT The thesis entitled “Strategies of Humanistic Islamic Education Learning in Strengthening Religious Moderation at Majelis Sabilu Taubah, Blitar Regency” was written by Muhammad Afif Saputra, NIM 1880506230048, supervised by Dr. H. Imam Junaris, S.Ag., M.H.I. Keywords: Humanistic Islamic Education, Learning Strategies, Religious Moderation, Majelis Taklim, Sabilu Taubah. This study is grounded in the urgency of strengthening religious moderation within Indonesia’s multicultural society. Humanistic Islamic education is considered a relevant pedagogical approach for promoting empathy, openness, and respect for diversity. Majelis taklim, as a community-based Islamic educational institution, has strategic potential to internalize these values. Preliminary observations at Majelis Sabilu Taubah show that its educational practices employ dialogical and inclusive methods, making it necessary to investigate the learning strategies used to reinforce religious moderation. This research aims to: (1) identify the strategies of pembimbingan (guidance) in humanistic Islamic education that support religious moderation; (2) describe the strategies of pembinaan (development) implemented to cultivate moderate religious attitudes; and (3) analyze the strategies of pembiasaan (habituation) used to internalize humanistic Islamic values within the community. This study employs a qualitative approach with a case study design, focusing on Majelis Sabilu Taubah at Pondok Pesantren Mambaul Hikam II, Blitar. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. The findings indicate that: (1) Guidance strategies are carried out through dialogical, empathetic, and transformative approaches that position learners as active participants, fostering openness and awareness of religious plurality. (2) Development strategies emphasize moral cultivation, critical awareness, and socio-economic empowerment, shaping individuals to be inclusive, responsible, and socially engaged. (3) Habituation strategies internalize moderation through the principles of tawassuth, tawazun, i‘tidal, tasamuh, musawah, and syura, practiced consistently in daily religious activities. In conclusion, humanistic Islamic education at Majelis Sabilu Taubah offers an effective community-based model for strengthening religious moderation. Its learning practices demonstrate the integration of dialogical pedagogy, religious humanism, and Islamic moral principles, contributing to the development of moderate, ethical, and compassionate Muslim identities in contemporary society.

Item Type: Thesis (UNSPECIFIED)
Subjects: Kebudayaan Islam
Pendidikan Islam
Pendidikan Islam > Pondok pesantren
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: 1880506230048 MUHAMMAD AFIF SAPUTRA
Date Deposited: 19 Oct 2026 04:16
Last Modified: 19 Oct 2026 04:16
URI: https://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/73041

Actions (login required)

View Item View Item