MUNAWIR MUSLIH MASHURI, 1880507230023 and TEGUH, 197003102001121002 and NGAINUN NAIM, 197507192003121002 (2025) RITUAL KESENIAN TIBAN DALAM MEMPERKUAT BUDAYA LOKAL DI TRENGGALEK. [ Thesis ]
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (301kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (291kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (343kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (407kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (302kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (870kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (378kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (295kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (133kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Tesis berjudul “Ritual Kesenian Tiban dalam Memperkuat Budaya Lokal di Trenggalek” ini ditulis oleh Munawir Muslih Mashuri, dengan pembimbing Prof. Dr. Ngainun Na’im, M.H.I. dan Prof. Dr. Teguh, M.Ag. Kata Kunci: Kesenian Tiban, Budaya Lokal, Ritual, Liminalitas Penelitian ini berangkat dari kecenderungan masyarakat modern yang semakin menjauh dari akar tradisi lokal, termasuk dalam hal pelestarian kesenian ritual yang sarat nilai spiritual dan sosial. Di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi, ritual kesenian tradisional seperti Tiban di Trenggalek mengalami tantangan serius, baik dari segi eksistensi maupun pemaknaan. Hal ini mendorong pentingnya kajian mendalam terhadap peran kesenian Tiban dalam menjaga kesinambungan budaya lokal sekaligus membangun kembali kesadaran kolektif masyarakat terhadap nilai-nilai leluhur yang mulai terpinggirkan. Oleh sebab itu, fokus penelitian dalam tesis ini pertama bagaimana sejarah ritual kesenian tiban di Trenggalek. Kedua bagaimana proses pelaksanaan ritual kesenian tiban di Trenggalek. Ketiga bagaimana makna ritual kesenian tiban dalam memperkuat budaya lokal di Trenggalek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sejarah ritual kesenian tiban di Trenggalek, mendeskripsikan proses pelaksanaan ritual kesenian tiban serta untuk menganalisis ritual kesenian tiban di Trenggalek melalui perspektif Victor Turner. Selain itu, penelitian ini juga bermanfaat secara teoretis dan praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori Liminalitas Victor Turner sebagai pisau analisis untuk memahami transformasi sosial dan spiritual dalam ritual Tiban. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ritual Tiban terbagi dalam tiga fase utama sesuai teori Turner. Pertama, fase separation (pemisahan), yaitu masyarakat mempersiapkan diri secara spiritual untuk memasuki dunia sakral melalui prosesi tiban. Kedua, fase liminal (transisi), yaitu saat pelaku tiban menjalani proses mistik melalui adu cambuk yang menghasilkan darah sebagai bentuk pengorbanan demi turunnya hujan. Ketiga, fase reaggregation (penggabungan kembali), yakni pasca ritual, masyarakat kembali ke struktur sosial dengan membawa nilai-nilai baru berupa solidaritas, rasa syukur, dan kesadaran ekologis. Kesenian Tiban tidak hanya menjadi warisan budaya tak benda, tetapi juga media pelestarian identitas lokal dan sarana penguatan kohesi sosial masyarakat. Di tengah arus globalisasi, ritual ini menjadi pengingat pentingnya menjaga harmoni antara manusia dan alam serta mempertahankan tradisi leluhur sebagai bagian dari spiritualitas dan kearifan lokal.
| Item Type: | Thesis (UNSPECIFIED) |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama > Budaya Filsafat > Filsafat Islam |
| Divisions: | Pascasarjana > Thesis > Filsafat Agama |
| Depositing User: | 1880507230023 MUNAWIR MUSLIH MASHURI |
| Date Deposited: | 07 Apr 2026 03:19 |
| Last Modified: | 07 Apr 2026 03:19 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/66984 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
