VERA ERFINTA, 12308193115 (2024) EFEKTIVITAS PERMAINAN MERONCE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS PADA ANAK AUTIS. [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (224kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (165kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (190kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (313kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (245kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (379kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (173kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (186kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Skripsi dengan judul “Efektivitas Permainan Meronce untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus pada Anak Autis” ditulis oleh Vera Erfinta NIM. 12308193115, dosen pembimbing Femita Adelia, M.Si. Kata kunci: Permainan Meronce, Motorik Halus, Anak Autis. Anak autis memiliki perkembangan keterampilan motorik halus yang lebih lambat dibanding anak pada umumnya. Kegiatan meronce merupakan kegiatan yang dapat mendukung perkembangan motorik halus pada anak autis. Kegiatan meronce dilakukan sebagai latihan motorik halus dengan cara menyusun bahan seperti manik-manik, sedotan, dan kertas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan meronce terhadap peningkatan kemampuan motorik halus pada anak autis. Dengan hipotesis permainan meronce efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak yang menderita autis. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimen dengan Single Subject Research (SSR). Desain penelitian A-B-A merupakan desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini. Data penelitian ini diperoleh melalui kegiatan tes dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis data statistik deskriptif. Analisis dilakukan dengan dua komponen yaitu analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Inklusi TK Aisyiyah Bustanul Athfal 3 Ngunut. Selama fase intervensi berlangsung subjek menunjukkan perkembangan keaktifan setelah melakukan permainan meronce. Kemampuan motorik halus subjek menunjukkan peningkatan setelah pemebrian treatment permainan meronce. Skor mean level subjek meningkat dari 10,14 pada kondisi base line-1 (A1) menjadi 16,20 pada kondisi intervensi (B). Setelah treatment meronce dihentikan baseline-2 (A2) mean lavel mengalami penurunan menjadi 13,17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memperoleh presentase overlap yang cukup kecil yaitu 0% dan 40%. Berdasarkan hal tersebut treatment permainan meronce berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak autis.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Psikologi Psikologi > Psikologi perkembangan |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Psikologi Islam |
| Depositing User: | 12308193115 VERA ERFINTA |
| Date Deposited: | 11 May 2026 02:41 |
| Last Modified: | 11 May 2026 02:41 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/67587 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
