PELANGGARAN HAK CIPTA BAGI AKUN YANG MENAYANGKAN ULANG SECARA ILEGAL PADA SINETRON ASMARA GEN Z MELALUI LIVE STREAMING TIKTOK DI TINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA

DETA SYANI OKTAVI, 126103212128 and DARIN ARIF MU'ALIFFIN, 196411052001121001 (2025) PELANGGARAN HAK CIPTA BAGI AKUN YANG MENAYANGKAN ULANG SECARA ILEGAL PADA SINETRON ASMARA GEN Z MELALUI LIVE STREAMING TIKTOK DI TINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (450kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (314kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (539kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (807kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (431kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (827kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (436kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (411kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (438kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (744kB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi maraknya fenomena penayangan ulang secara ilegal sinetron “Asmara Gen Z” oleh sejumlah akun di platform TikTok melalui fitur live streaming. Fenomena ini muncul seiring meningkatnya popularitas sinetron tersebut di kalangan remaja dan kemudahan akses teknologi digital, namun di sisi lain menimbulkan kerugian ekonomi dan moral bagi pemegang hak cipta, yaitu rumah produksi dan kreator sinetron. Banyak akun TikTok yang secara sengaja menayangkan ulang sinetron tanpa izin resmi, baik secara penuh maupun sebagian, untuk menarik penonton, meningkatkan jumlah pengikut, dan memperoleh keuntungan dari fitur monetisasi TikTok. Praktik ini tidak hanya melanggar hak eksklusif pemegang hak cipta atas karya audio-visual, tetapi juga menghambat upaya perlindungan hukum di ranah digital yang masih lemah pengawasannya. Rumusan dari masalah ini adalah: 1) Bagaimana sanksi bagi pelanggar hak cipta yang menayangkan ulang secara ilegal pada sinetron asmara gen z melalui live streaming tiktok di tinjau dari undang-undang nomor 28 tahun 2014 tentang hak cipta? 2) Bagaimana norma penegak hukum dalam pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh akun-akun tiktok yang menayangkan ulang sinetron asmara gen z secara ilegal melalui live streaming? Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis normatif. Data diperoleh melalui studi pustaka seperti undang-undang, jurnal, buku, artikel dan analisis dokumen hukum yang relevan. Adapun Hasil penelitian ini menunjukkan dua temuan utama berdasarkan rumusan masalah yang telah ditetapkan. Pertama, tindakan penayangan ulang sinetron Asmara Gen Z secara ilegal melalui fitur live streaming TikTok oleh akun-akun tanpa izin jelas melanggar hak eksklusif pencipta sebagaimana diatur dalam Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Pelanggaran ini termasuk perbuatan pengumuman dan/atau penggandaan ciptaan tanpa persetujuan pemegang hak cipta, yang berdampak pada kerugian ekonomi dan moral bagi pencipta. Sanksi yang dapat dikenakan kepada pelaku diatur dalam Pasal 113, yaitu pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00, serta dapat diperberat menjadi 10 (sepuluh) tahun penjara dan/atau denda Rp4.000.000.000,00 jika dilakukan secara komersial atau menimbulkan kerugian besar. Kedua, norma penegakan hukum terhadap pelanggaran hak cipta di ranah digital sudah diatur secara tegas dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014. Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi kendala, seperti keterbatasan pelacakan pelaku di dunia maya, lambatnya proses take down oleh platform, dan rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Oleh karena itu, perlindungan hak cipta di era digital memerlukan sinergi antara pemilik hak, pemerintah, dan platform digital untuk memperkuat mekanisme pelaporan, edukasi hukum, serta penegakan sanksi yang tegas demi menjaga keadilan dan perlindungan karya kreatif/cipta.

Item Type: Skripsi
Subjects: Hukum > Hukum Tata Negara
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Tata Negara
Depositing User: 126103212128 DETA SYANI OKTAVI
Date Deposited: 19 May 2026 02:17
Last Modified: 19 May 2026 02:17
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/67830

Actions (login required)

View Item View Item