ALFI ULFATUL FAIZAH, 1880507230004 and AKHMAD RIZQON KHAMAMI, 197408292008011006 and MULIA ARDI, 198007242014031001 (2025) ANALISIS SIMBOL JANUR KUNING DALAM PERNIKAHAN ADAT JAWA PERSPEKTIF ERNST CASSIRER (Studi Kasus Di Dusun Glagahombo Nganjuk). [ Thesis ]
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (251kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (113kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (201kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (282kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (207kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (434kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (253kB) |
|
|
Text
BAB VI.pdf Restricted to Registered users only Download (120kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (163kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Janur kuning dalam pernikahan adat jawa memiliki makna simbolik yang mendalam dan terus digunakan secara turun-temurun. Keberadaannya tidak hanya sebagai hiasan, tetapi juga sebagai penanda nilai-nilai budaya, harapan, dan kepercayaan masyarakat. Ernst Cassirer, dengan pandangan bahwa manusia adalah animal symbolicum yang memberikan landasan teoritis untuk memahami bagaimana simbol-simbol seperti janur kuning membentuk realitas budaya. Melalui studi kasus di Dusun Glagahombo, Sawahan, Nganjuk, penelitian ini berupaya mengungkap makna simbolik janur kuning dalam konteks lokal serta bagaimana masyarakat memaknainya sebagai bagian dari sistem simbolik yang lebih luas. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif, dengan menggunakan pendekatan metode Deskriptif. Pendekatan ini bisa didefinisikan sebagai studi yang berfokus pada narasi, cerita, atau deskripsi tentang serangkaian peristiwa terkait dengan pengalaman manusia. yang bertujuan untuk mendapatkan data yang lebih lengkap dan lebih mendalam, sehingga tujuan penelitian dapat tercapai. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan hasil bahwa: Selain berfungsi sebagai hiasan, Janur kuning dalam pernikahan adat Jawa di Dusun Glagahombo juga mengandung makna filosofis dan simbolik yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat, nilai-nilai keagamaan, serta harapan akan masa depan yang harmonis dan sakral. Bagi masyarakat setempat, janur kuning bukan sekadar hiasan, tetapi merupakan simbol harapan akan rumah tangga yang penuh kedamaian (sakinah), cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah). Selain itu, janur juga menjadi representasi spiritual dan sosial yang mengikat nilai-nilai budaya, tradisi, serta hubungan manusia dengan Yang Ilahi dan media komunikasi sosial dalam budaya Jawa. Dalam perspektif Ernst Cassirer, simbol seperti janur kuning mencerminkan cara manusia membentuk realitas budaya melalui ekspresi simbolik. Manusia sebagai animal symbolicum membentuk dunia makna melalui simbol-simbol, dan janur kuning menjadi salah satu bentuk nyata dari cara masyarakat Jawa mengungkapkan nilai-nilai luhur mereka. Maka, janur kuning menjadi bagian penting dari sistem makna yang menopang identitas dan nilai-nilai masyarakat Jawa.
| Item Type: | Thesis (UNSPECIFIED) |
|---|---|
| Subjects: | Agama Sosiologi Agama > Budaya Filosofi Filsafat > Filsafat Barat Masyarakat Islam Sosiologi Agama > Tradisi |
| Divisions: | Pascasarjana > Thesis > Filsafat Agama |
| Depositing User: | 1880507230004 ALFI ULFATUL FAIZAH |
| Date Deposited: | 25 Jun 2026 06:52 |
| Last Modified: | 25 Jun 2026 06:52 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/68611 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
