EKOTEOLOGI AIR DAN PRAKTIK EKOLOGIS DALAM TRADISI BEDAH SUMBER DI DESA SUKOSEWU GANDUSARI

NATASYA OKTAVIA MAHARANI, 1860309222086 and A. ZAHID, 199206192020121007 (2026) EKOTEOLOGI AIR DAN PRAKTIK EKOLOGIS DALAM TRADISI BEDAH SUMBER DI DESA SUKOSEWU GANDUSARI. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (848kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (218kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (189kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (262kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (326kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (243kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (713kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (283kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (236kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (221kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Ekoteologi Air dan Praktik Ekologis dalam Tradisi Bedah Sumber di Desa Sukosewu Gandusari” ini ditulis oleh Natasya Oktavia Maharani, NIM. 1860309222086, dengan pembimbing A. Zahid, S.Sos., M.Si. Kata Kunci: tradisi bedah sumber, makna air, ekoteologi, Desa Sukosewu Krisis ketersediaan air kian mengancam dan menuntut perhatian serius terhadap berbagai upaya pelestarian termasuk praktik kearifan lokal yang selama ini terabaikan. Kajian tentang tradisi lokal dan air cenderung berhenti pada dimensi simbolik dan ritual semata, tanpa menelusuri lebih jauh bagaimana tradisi tersebut sesungguhnya berfungsi menjaga keberlanjutan sumber daya air. Kesenjangan inilah yang melandasi penelitian ini, mengingat tradisi bedah sumber di Desa Sukosewu menyimpan sistem pengetahuan lokal bernilai ekologis namun selama ini hanya dipahami sebagai seremonial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna air dan mengidentifikasi bentuk ekoteologi dalam tradisi bedah sumber di Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan teori Pierre Bourdieu sebagai pisau analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data sekunder diperoleh dari jurnal, buku, dan laporan. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman melalui tiga tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air dalam tradisi bedah sumber dimaknai secara berlapis melalui tiga dimensi saling terkait yakni fungsional sebagai penopang pertanian, teologis sebagai berkah Ilahi disebut tirtosari, dan spiritual sebagai media hubungan antara manusia, alam gaib, dan Tuhan. Bentuk ekoteologi dalam tradisi bedah sumber terwujud melalui praktik susruk ruangan atau membersihkan aliran sungai, sistem larangan adat berbasis sanksi mistis, serta reboisasi dan pelestarian pohon di kawasan sumber. Temuan ini menunjukkan bahwa tradisi bedah sumber berpotensi menjadi model pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal yang relevan secara ekologis dan teologis.

Item Type: Skripsi
Subjects: Sosiologi Agama
Sosiologi Agama > Tradisi
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sosiologi Agama
Depositing User: 1860309222086 NATASYA OKTAVIA MAHARANI
Date Deposited: 07 Jul 2026 04:25
Last Modified: 07 Jul 2026 04:25
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/69120

Actions (login required)

View Item View Item