PERTUKARAN SOSIAL DALAM TRADISI TAHLIL AMANAT DI PP PUTRA MENARA AL-FATTAH MANGUNSARI TULUNGAGUNG

KHAMIM JAZULI AHMAD, 1880503240007 and AHMAD ZAINAL ABIDIN, 1974021319990311002 and SALAMAH NOORHIDAYATI, 197401241999032002 (2026) PERTUKARAN SOSIAL DALAM TRADISI TAHLIL AMANAT DI PP PUTRA MENARA AL-FATTAH MANGUNSARI TULUNGAGUNG. [ Thesis ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (930kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (275kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (189kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (425kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (573kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (264kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (465kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (367kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (198kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (255kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Tesis ini berjudul “Pertukaran Sosial dalam Tradisi Tahlil Amanat di PP Putra Menara Al-Fattah Mangunsari Tulungagung”, ditulis oleh Khamim Jazuli Ahmad (NIM: 1880503240007) di bawah bimbingan Prof. Dr. Ahmad Zainal Abidin., M.A. dan Prof. Dr. Salamah Noorhidayati., M.Ag. Kata Kunci : Living Qur’an, Tahlil Amanat, Pertukaran Sosial, Pesantren, Otoritas Kyai, Transmisi dan Transformasi. Tradisi Tahlil Amanat di Pondok Pesantren Putra Menara Al-Fattah Mangunsari Tulungagung merupakan praktik keagamaan khas yang melibatkan penitipan nama leluhur beserta pemberian materi secara sukarela dalam sebuah amplop, yang kemudian didoakan secara kolektif oleh komunitas pesantren. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual doa untuk arwah, melainkan juga mencerminkan relasi sosial yang kompleks antara pesantren, kyai, santri, dan masyarakat jamaah. Dalam kerangka living Qur'an, praktik ini merupakan aktualisasi nilai-nilai Al-Qur'an tentang doa lintas generasi, sedekah, amanah, dan ta'awun yang hidup dalam kehidupan sosial komunitas Muslim Jawa. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan etnografi. Sumber data primer berasal dari observasi partisipan, wawancara mendalam terhadap 13 informan (kyai, ustadz, santri senior, dan jamaah), serta dokumentasi. Kerangka teoretis memadukan pendekatan living Qur'an dengan teori pertukaran sosial Peter M. Blau, dilengkapi paradigma interpretatif Clifford Geertz. Penelitian ini bertujuan menelusuri sekilas transmisi dan transformasi tradisi sebagai pengantar kesinambungan legitimasinya, mendeskripsikan praktik pelaksanaannya, menganalisis pola pertukaran sosial berbasis nilai Qur'ani, serta menelaah bagaimana relasi tersebut memperkuat otoritas dan fungsi sosial pesantren. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan utama: (1) transmisi Tahlil Amanat berlangsung multidimensional-tekstual melalui landasan Al-Qur'an, hadis, dan elaborasi ulama klasik hingga kontemporer, praktikal melalui pembiasaan dan jaringan pesantren, serta simbolik melalui otoritas kyai, sementara transformasinya pada bentuk, fungsi, dan kelembagaan merupakan adaptasi kreatif yang tetap mempertahankan nilai inti; kedua proses ini hanya berfungsi sebagai pengantar yang menegaskan kesinambungan dan legitimasi tradisi, bukan fokus utama pembahasan; (2) pola pertukaran sosial yang terbentuk bersifat hibrid dan asimetris-komplementer, mencakup pertukaran material dan non-material yang berpijak pada nilai-nilai Qur'ani seperti sedekah, amanah, dan ta'awun, jamaah memberikan sedekah dan kepercayaan, sementara pesantren memberikan layanan ritual, legitimasi spiritual, dan penguatan identitas komunal; (3) ketidakseimbangan pertukaran ini justru menjadi sumber stabilitas melalui saling ketergantungan yang produktif dan diikat kerangka teologis-normatif living Qur'an; serta (4) tradisi ini memperkuat otoritas kyai melalui empat pilar (ilmu, sanad, akhlak, dan pengakuan kolektif) sekaligus mengkonsolidasikan fungsi sosial pesantren sebagai pusat spiritual, perekat solidaritas, dan mediator hubungan transendental. Dengan demikian, Tahlil Amanat adalah cermin nyata living Qur'an, dan penelitian ini secara tegas bukan kajian sosiologi murni dimana teori Blau dan Geertz hanya berfungsi sebagai pisau analisis, sementara orientasi akhirnya tetap berada pada pembacaan Qur'ani atas praktik sosial-keagamaan pesantren.

Item Type: Thesis (UNSPECIFIED)
Subjects: Agama
Agama > Tafsir Quran
Sosiologi Agama > Tradisi
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Ilmu Al-Quran Dan Tafsir
Depositing User: 1880503240007 KHAMIM JAZULI AHMAD
Date Deposited: 23 Jul 2026 01:39
Last Modified: 23 Jul 2026 01:39
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/69896

Actions (login required)

View Item View Item