AKULTURASI BUDAYA DAN AGAMA (Peran Kerajaan Mataram Dalam Penyebaran Agama Islam di Tulungagung)

DIMAS IKHSAN FIRMANSYAH, 1880511240007 and IMAM FU'ADI, 196903311994031002 and ASMAWI, 197509032003121004 (2026) AKULTURASI BUDAYA DAN AGAMA (Peran Kerajaan Mataram Dalam Penyebaran Agama Islam di Tulungagung). [ Thesis ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (747kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (244kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (352kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (496kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (333kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (285kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (880kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (372kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (202kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (322kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Dimas Ikhsan Firmasyah, NIM. 1880511240007, program Magister Studi Islam, Pasca Sarjana Universitas Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Akulturasi Budaya dan Agama: Peran Kerajaan Matarm Dalam menyebarkan Agama Islam di Tulungagung, dengan pembimbing, Prof. Dr. H. Imam Fuadi. M.ag. dan Prof. Dr. KH. asmawi, M. Ag. Kata kunci: Akulturasi, Mataram, dan Penyebaran Islam Penyebaran Islam di Nusantara berlangsung melalui berbagai pendekatan yang tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga memanfaatkan unsur budaya lokal. Salah satu wilayah yang menunjukkan proses tersebut adalah Tulungagung, khususnya di kawasan Desa Perdikan Tawangsari, Majan, dan Winong yang memiliki hubungan historis dengan Kerajaan Mataram Islam. Interaksi antara ajaran Islam dan budaya lokal melahirkan berbagai tradisi yang masih bertahan hingga saat ini. Penelitian ini berupaya menjelaskan kondisi wilayah perdikan sebelum kedatangan Mataram Islam, proses implementasi akulturasi budaya dan agama dalam penyebaran Islam, bentuk-bentuk akulturasi yang berkembang, serta implikasinya terhadap kehidupan masyarakat Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah. Pengumpulan data dilakukan melalui studi arsip, kajian pustaka, wawancara dengan tokoh masyarakat, serta dokumentasi lapangan. Analisis data dilakukan melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai proses islamisasi di wilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum kedatangan Mataram Islam, masyarakat wilayah perdikan telah memiliki sistem sosial dan budaya yang dipengaruhi tradisi Hindu-Buddha serta kepercayaan lokal. Kerajaan Mataram Islam menerapkan strategi penyebaran Islam melalui pendekatan budaya yang adaptif dan dialogis dengan menjadikan wilayah Tawangsari, Majan, dan Winong sebagai desa perdikan yang memiliki kedudukan istimewa. Proses akulturasi tersebut melahirkan berbagai tradisi, seperti Grebeg Maulud, Jamasan Pusaka, Kirab Hadeging Perdikan, Tahlil Ratib, dan Kawin Majan yang memadukan nilai-nilai Islam dengan budaya Jawa. Akulturasi ini memberikan implikasi terhadap kehidupan keagamaan, pemerintahan, perkawinan, serta struktur sosial masyarakat yang masih dapat ditemukan hingga masa kini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyebaran Islam di Tulungagung berlangsung secara damai melalui proses akulturasi budaya dan agama yang memungkinkan terjadinya integrasi antara nilai-nilai Islam dan budaya lokal. Strategi tersebut berhasil membentuk identitas keislaman khas masyarakat Tulungagung yang tetap lestari dan menjadi bagian penting dari warisan budaya Islam Jawa.

Item Type: Thesis (UNSPECIFIED)
Subjects: Kebudayaan Islam
Sejarah Kebudayaan Islam
Sejarah Peradaban Islam
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Studi Islam
Depositing User: 1880511240007 DIMAS IKHSAN FIRMANSYAH
Date Deposited: 06 Aug 2026 04:41
Last Modified: 06 Aug 2026 04:41
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/70589

Actions (login required)

View Item View Item