MEKANISME PERTAHANAN DIRI SENIMAN DALAM MENGHADAPI MICROAGGRESSION TERHADAP PROFESINYA

AINI KHOLILAH, 1860308223235 and MALIK MAYA FAISATI, 198902212025212003 (2026) MEKANISME PERTAHANAN DIRI SENIMAN DALAM MENGHADAPI MICROAGGRESSION TERHADAP PROFESINYA. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (962kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (369kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (306kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (334kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (543kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (330kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (524kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (351kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (311kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (284kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Profesi seniman kerap kali dipandang sebelah mata oleh masyarakat modern yang cenderung mengukur kesuksesan kerja melalui atribut formal dan stabilitas finansial. Stereotip sosiokultural ini memicu tindakan microaggression berupa komentar meremehkan atau pengabaian proses kreatif yang dapat mengikis harga diri dan keseimbangan psikologis seniman dalam interaksi sehari-hari. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif tersebut beserta dinamika psikologis dalam mengatasinya. Subjek penelitian berjumlah tiga orang seniman akademik di Kabupaten Tulungagung yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi memiliki latar belakang pendidikan tinggi seni dan aktif berkarya di daerah asal. Temuan inti psikodinamika menunjukkan bahwa meskipun perlakuan meremehkan memicu emosi negatif seperti rasa sakit hati, para seniman secara aktif mengaktifkan mekanisme pertahanan diri mature dan neurotic. Bentuk pertahanan tersebut termanifestasi melalui mekanisme suppression dengan bersikap acuh, intellectualization melalui pemakluman atas ketidaktahuan masyarakat, serta rationalization dan sublimation dengan mengalihkan energi emosional menjadi karya seni yang adaptif. Selain itu, dukungan lingkungan terdekat (affiliation) dan landasan spiritualitas yang kuat bertindak sebagai faktor penguat internal bagi ego subjek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mekanisme pertahanan diri bagi seniman bukan sekadar pelindung emosional, melainkan juga sarana memperkokoh identitas profesional dan eksistensi diri melalui pencapaian kreatif berkelanjutan. Kata Kunci: Fenomenologi, Mekanisme Pertahanan Diri, Microaggression, Seniman.

Item Type: Skripsi
Subjects: Psikologi
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Psikologi Islam
Depositing User: 1860308223235 AINI KHOLILAH
Date Deposited: 10 Aug 2026 03:06
Last Modified: 10 Aug 2026 03:06
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/70719

Actions (login required)

View Item View Item