TRADISI PEMBACAAN SURAT-SURAT FADILAH DI PONDOK PESANTREN PANGGUNG PUTRA TULUNGAGUNG

TEGUH AGUNG PRIBADI, 1731143050 (2018) TRADISI PEMBACAAN SURAT-SURAT FADILAH DI PONDOK PESANTREN PANGGUNG PUTRA TULUNGAGUNG. [ Skripsi ]

[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR-ISI.pdf

Download (155kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (666kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (897kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (575kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (474kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (333kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Download (360kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK Skripsi dengan judul “Tradisi Pembacaan Surat-surat Faḍīlah di Pondok Pesantren Panggung Putra Tulungagung” ini ditulis oleh Teguh Agung Pribadi, NIM 1731143050, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Tulungagung, 2018, Pembimbing Dr. Salamah Noorhidayati, M.Ag. Kata Kunci: Surat-Surat Faḍīlah, Pondok Pesantren Panggung Putra Tulungagung, Karl Mannheim. Penelitian skripsi ini membahas mengenai tradisi atau amalan pembacaan surat-surat faḍīlah yang dilahirkan dari praktik-praktik komunal yang menunjukkan pada resepsi sosial masyarakat atau komunitas tertentu. Dalam hal ini yaitu Pondok Pesantren Panggung Putra Tulungagung. Seluruh santri yang berada di Pondok Pesantren Panggung Putra Tulungagung diwajibkan mengikuti mujahadah yang rutin dilaksanakan pada jum’at pagi setelah jama’ah sholat subuh. Di dalam mujahadah tersebut melakukan pembacaan surat-surat faḍīlah. Di antara surat-surat yang dianggap berfaḍīlah yaitu, Al-Raḥmān, al-Wāqi‘ah, dan al-Mulk. Fokus pembahasan dari penelitian skripsi ini adalah terkait dengan bagaimana praktik pembacaan surat-surat faḍīlah dalam tradisi di Pondok Pesantren Panggung Putra Tulungagung dan apa makna praktik pembacaan surat-surat faḍīlah dalam tradisi tersebut bagi para pelaku baik makna bagi santri, pengurus maupun makna bagi pengasuh. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah: pertama, Apa landasan normatif dalam tradisi pembacaan surat faḍīlah di Pondok Pesantren Panggung Putra Tulungagung?. Kedua, bagaimana praktik pembacaan surat-surat faḍīlah di Pondok Panggung Putra Tulungagung?. Ketiga, bagaimana makna pembacaan surat-surat faḍīlah di Pondok Panggung Putra Tulungagung?. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun teknik pengumpulan data yang penulis lakukan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Pembacaan surat-surat faḍīlah dalam tradisi yang dilakukan di Pondok Pesantren Panggung Putra Tulungagung jika dilihat dengan mengunakan makna suatu tindakan dalam teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim. Hasil penelitian dalam penulisan ini terbagi menjadi tiga; pertama, mengetahui landasan normatif tradisi pembacaan surat-surat faḍīlah di Pondok Pesantren Panggung Putraa Tulungagung melalui al-Qur’an dan Hadis. Kedua, Praktik tradisi pembacaan surat-surat faḍīlah diawali dengan bertawasul kepada kanjeng Nabi Muhammad Saw yang dipimpin salah satu santri, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat Al-Raḥmān, al-Wāqi‘ah, dan al-Mulk, selanjutnya ditutup dengan do’a. Ketiga, Tradisi pembacaan surat-surat faḍīlah apabila dimaknai dengan teori sosiologi Karl Mainheem menjadikan tiga poin yang penting yakni, makna objektif, ekspresif, dan dokumenter.

Item Type: Skripsi
Subjects: Masyarakat Islam
Pengembangan Masyarakat Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Ilmu Al-Quran Dan Tafsir
Depositing User: 1731143050 Teguh Agung Pribadi
Date Deposited: 23 May 2018 06:52
Last Modified: 23 May 2018 06:52
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/7979

Actions (login required)

View Item View Item