NIDAUL FITROH AL ACHYAR, 126309212091 and NAIBIN, 198903232020121012 (2025) SAKRALITAS MAKAM MBAH DJATI DAN MBAH NASRORI (Pro-Kontra Masyarakat Desa Datinawong Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan). [ Skripsi ]
|
Text
COVER.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (235kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (184kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Download (333kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (268kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (460kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (221kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (218kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (229kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini berjudul "Sakralitas Makam Mbah Djati dan Mbah Nasrori (Pro-Kontra Masyarakat Desa Datinawong Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan)" yang bertujuan untuk memahami bentuk sakralitas makam tersebut serta menganalisis dinamika pro dan kontra masyarakat terhadap praktik ritual keagamaan dan penghormatan yang berkembang di sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur, studi lapangan, dan dokumentasi terhadap masyarakat Desa Datinawong yang memiliki pandangan berbeda terkait kesakralan makam. Serta menggunakan teori sakralitas agama yang dikemukakan oleh Emile Durkheim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi kelompok masyarakat yang pro, makam Mbah Djati dan Mbah Nasrori dipandang sebagai tempat suci yang memiliki nilai spiritual tinggi, karena diyakini dapat menjadi perantara doa dan sumber keberkahan. Sementara itu, kelompok kontra menilai praktik ziarah dan penghormatan terhadap makam tersebut berpotensi mengarah pada perilaku syirik dan bertentangan dengan ajaran tauhid. Perbedaan pandangan ini menunjukkan adanya benturan antara nilai-nilai tradisional dan paham keagamaan modern yang lebih puritan. Dalam perspektif teori sakralitas agama Émile Durkheim, fenomena tersebut mencerminkan proses pemisahan antara ranah sakral dan profan dalam kehidupan masyarakat. Makam Mbah Djati dan Mbah Nasrori menjadi objek sakral karena dipersepsikan sebagai simbol kesucian dan identitas sosial desa. Namun, perbedaan interpretasi terhadap kesakralan itu menimbulkan ketegangan sosial dan membentuk dinamika pro-kontra yang kompleks. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sakralitas makam bukanlah sifat bawaan dari objek yang hanya berfungsi sebagai ekspresi keagamaan, tetapi juga sebagai hasil konstruksi sosial yang dibangun melalui interaksi, keyakinan, dan praktik keagamaan masyarakat yang memperkuat kohesi sekaligus perbedaan dalam masyarakat Desa Datinawong.
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Sosiologi Agama Sosiologi Agama > Tradisi |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | 126309212091 NIDAUL FITROH AL ACHYAR |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 02:07 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 02:07 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/66266 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
