ANALISIS SENGKETA PEMANGGILAN PEMAIN NATURALISASI TIMNAS BERDASARKAN PERATURAN MENTERI PERTAHANAN NOMOR 8 TAHUN 2022 TENTANG PEDOMAN PEMBINAAN KESADARAN BELA NEGARA DALAM PERSPEKTIF FIQIH SIYASAH

ACHMAD DICKA LAILYAN TINARDY, 1860103223276 and AHMADI ABDUL SHOMAD FAIZ NAHDHIYANTO, 198204212025211002 (2026) ANALISIS SENGKETA PEMANGGILAN PEMAIN NATURALISASI TIMNAS BERDASARKAN PERATURAN MENTERI PERTAHANAN NOMOR 8 TAHUN 2022 TENTANG PEDOMAN PEMBINAAN KESADARAN BELA NEGARA DALAM PERSPEKTIF FIQIH SIYASAH. [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (991kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (684kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (230kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (345kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (316kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (210kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (271kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (282kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (191kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (246kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Achmad Dicka Lailyan Tinardy, NIM. 1860103223276, Analisis Sengketa Pemanggilan Pemain Naturalisasi Timnas Berdasarkan Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 8 Tahun 2022 Tentang Pedoman Pembinaan Kesadaran Bela Negara Dalam Perspektif Fiqih Siyasah, Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Say-yid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2026, Pembimbing: Dr. Ahmadi Abdul Shomad Faiz Nahdhiyanto, M.H. Kata Kunci: Bela Negara, Naturalisasi Pemain Sepak Bola, Fiqih siyasah, Permenhan No. 8 Tahun 2022, Tim Nasional Indonesia Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena naturalisasi pemain sepak bo-la di Indonesia yang menimbulkan persoalan hukum terkait kewajiban bela negara, khususnya ketika pemain naturalisasi menolak panggilan untuk membela Tim Na-sional (Timnas) Indonesia. Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 8 Tahun 2022 tentang Pedoman Pembinaan Kesadaran Bela Negara telah mengatur nilai-nilai da-sar bela negara, namun belum secara eksplisit mengatur sanksi hukum bagi pemain naturalisasi yang mengabaikan kewajiban tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis implikasi kesadaran bela negara terkait sengketa penolakan pemain naturalisasi dalam pemanggilan membela Timnas; (2) mengkaji aspek yuridis Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 8 Tahun 2022 dalam konteks kewajiban pemain naturalisasi; dan (3) menganalisis sudut pandang fiqih siyasah terhadap sengketa penolakan pemain naturalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan em-piris. Lokasi penelitian di Kabupaten Tulungagung meliputi Badan Kesatuan Bang-sa dan Politik (Bakesbangpol), Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI, dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model inter-aktif Miles dan Huberman, dengan pengecekan keabsahan melalui ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, implikasi kesadaran bela negara dalam sengketa penolakan pemain naturalisasi mencakup tiga hal: kesenjangan anta-ra status hukum WNI dengan internalisasi nilai bela negara, dampak negatif ter-hadap motivasi atlet lokal, dan kekosongan hukum (legal vacuum) dalam Permen-han No. 8/2022. Kedua, secara yuridis, Permenhan No. 8/2022 telah merumuskan nilai-nilai bela negara secara komprehensif, termasuk nilai "rela berkorban" yang menjadi landasan filosofis pemanggilan timnas sebagai kewajiban bela negara non-militer, namun lemah dalam mekanisme penegakan hukum dan sanksi. Ketiga, per-spektif fiqih siyasah memberikan kerangka analisis melalui prinsip ketaatan kepada ulil amri (QS. An-Nisa': 59), konsep jihad fi sabilillah non-militer (QS. At-Taubah: 38-39), prinsip maslahah mursalah, dan konsep al-wala’ wal bara’ (loyalitas). Penelitian ini merekomendasikan perlunya regulasi imperatif yang menga-tur sanksi tegas bagi pemain naturalisasi yang menolak panggilan timnas, pencan-tuman klausul komitmen bela negara sebagai syarat mutlak naturalisasi atlet, serta penguatan pembinaan nilai-nilai kebangsaan bagi pemain naturalisasi secara sistematis.

Item Type: Skripsi
Subjects: Hukum > Hukum Tata Negara
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Tata Negara
Depositing User: 1860103223276 ACHMAD DICKA LAILYAN TINARDY
Date Deposited: 24 Apr 2026 02:43
Last Modified: 24 Apr 2026 02:43
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/67327

Actions (login required)

View Item View Item