IMPLEMENTASI DISTRIBUSI MAKAN BERGIZI GRATIS PERSPEKTIF KEPUTUSAN KEPALA BADAN GIZI NASIONAL (BGN) NOMOR 63 TAHUN 2025 dan FIKIH SIYASAH (Studi Kasus di SPPG Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung)

BINTI MIR'ATUS SHOLIHAH, 1860103221008 and SITI KHOIROTUL ULA, 199002072019032017 (2026) IMPLEMENTASI DISTRIBUSI MAKAN BERGIZI GRATIS PERSPEKTIF KEPUTUSAN KEPALA BADAN GIZI NASIONAL (BGN) NOMOR 63 TAHUN 2025 dan FIKIH SIYASAH (Studi Kasus di SPPG Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER .pdf

Download (7MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (332kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (171kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (330kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (414kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (273kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (573kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (236kB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (177kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (204kB)
[img] Text
LAMPIRAN .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Implementasi Distribusi Makan Bergizi Gratis Perspektif Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 63 Tahun 2025 dan Fikih Siyasah (Studi Kasus di SPPG Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung)”, ditulis oleh Binti Mir’atus Sholihah, NIM 1860103221008, Program Studi Hukum Tata Negara, Pembimbing Dr. Siti Khoirotul Ula, M.H.I. Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Makan Bergizi Gratis, Dinamika Regulasi, Keputusan BGN No. 63 Tahun 2025, Fikih Siyasah, SPPG Desa Beji. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kebijakan strategis pemerintah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan menurunkan angka stunting, meningkatkan status gizi anak, serta memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Namun, implementasi program ini menghadapi sejumlah kendala, terutamanya terkait juknis yang kerap berubah-ubah. Dinamika regulasi tersebut menimbulkan ketidakpastian bagi pelaksana di lapangan dan berpotensi mengurangi efektivitas program, sebagaimana terlihat dari adanya sebagian SPPG di Kabupaten Tulungagung yang menghadapi kendala, seperti terjadinya insiden keracunan akibat konsumsi MBG. Meskipun di SPPG Desa Beji tidak ditemukan kasus serupa, isu perubahan regulasi tetap relevan sebagai bahan analisis karena menunjukkan potensi risiko yang dapat memengaruhi keberhasilan program. Dengan demikian, lokasi SPPG Desa Beji dipilih karena status verifikasi nasional, kedudukannya sebagai program percontohan, serta kedekatannya dengan sekolah-sekolah umum yang menjadikannya model representatif dalam menelaah mekanisme distribusi MBG di wilayah perkotaan dan semi perkotaan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana implementasi distribusi bantuan pemerintah untuk Program Makan Bergizi Gratis berdasarkan Keputusan Kepala BGN Nomor 63 Tahun 2025 di SPPG Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung? 2) Bagaimana pelaksanaan distribusi bantuan Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Desa Beji dalam perspektif fikih siyasah? 3) Bagaimanakah bentuk kendala yang dihadapi dalam proses pelaksanaan distribusi bantuan Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Desa Beji? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan empiris. Data primer merupakan data yang diperoleh dari wawancara mendalam dengan Kepala SPPG, Asisten Lapangan SPPG, dan Penanggungjawab MBG, sedangkan data sekunder merupakan data dari buku-buku referensi yang akan melengkapi dokumentasi yang telah ada. Metode pengumpulan data yang penulis gunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian yang diperoleh bahwa: 1) Implementasi pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Desa Beji berjalan efektif sesuai teori Van Meter & Van Horn serta Grindle, karena meskipun juknis dari pusat sering berubah, koordinasi antar pemangku kepentingan tetap terjaga sehingga distribusi dapat berlangsung sesuai ketentuan dan tujuan kebijakan publik dalam meningkatkan gizi kelompok rentan 2) Dari perspektif fikih siyasah, pelaksanaan distribusi MBG mencerminkan prinsip keadilan, Amanah, kemaslahatan, dan wilayah Al-Hisbah sehingga kebijakan publik tidak hanya dijalankan secara hukum, tetapi juga dijalankan dengan nilai-nilai Islam 3) Pelaksanaan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Desa Beji menghadapi kendala internal berupa keterbatasan wadah, kelayakan lauk, dan keterlambatan pemorsian, serta kendala eksternal seperti keterlambatan pengiriman, dinamika kegiatan sekolah, dan peran ganda pengelola. Kondisi ini menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan ditentukan oleh kesiapan operasional sekaligus interaksi dengan lingkungan sosial, sebagaimana ditegaskan dalam teori implementasi kebijakan Van Meter & Van Horn serta Grindle.

Item Type: Skripsi
Subjects: Hukum > Hukum Tata Negara
Divisions: Fakultas Syariah Dan Ilmu Hukum > Hukum Tata Negara
Depositing User: 1860103221008 BINTI MIR'ATUS SHOLIHAH
Date Deposited: 05 May 2026 06:36
Last Modified: 05 May 2026 06:36
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/67386

Actions (login required)

View Item View Item