TRADISI IKHLASAN DALAM MASYARAKAT DUSUN NGRANGKOK KEDIRI (Studi Living Qur’an)

SORAIDA NUSFUL LAILI, 1860301222061 and AHMAD ZAINAL ABIDIN, 1974021319990311002 (2026) TRADISI IKHLASAN DALAM MASYARAKAT DUSUN NGRANGKOK KEDIRI (Studi Living Qur’an). [ Skripsi ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (944kB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (1MB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (381kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (4MB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Tradisi Ikhlasan Dalam Masyarakat Dusun Ngrangkok Kediri (Studi Living Qur’an)” ditulis oleh Soraida Nusful Laili, NIM.1860301222061. Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Pembimbing Prof. Dr. Ahmad Zainal Abidin, MA. Kata Kunci : Living Qur’an, Surah al-Ikhlas, Teori Pemaknaan Penelitian ini berangkat dari kajian Living Qur’an yang menelaah relasi antara al-Qur’an dan realitas sosial masyarakat. Tradisi ikhlasan di Dusun Ngrangkok dipilih sebagai fokus kajian karena menunjukkan bagaimana Surah al-Ikhlas dihidupi dalam praktik keagamaan lokal. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pandangan masyarakat terhadap pembacaan Surah al-Ikhlas dengan tiga rumusan masalah: (1) bagaimana transmisi dan transformasi praktik ikhlasan, (2) bagaimana pemaknaan masyarakat terhadap tradisi tersebut, dan (3) apa fungsi sosialnya dalam kehidupan masyarakat Dusun Ngrangkok, Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui perspektif sosiologi pengetahuan Karl Mannheim khususnya konsep makna objektif, ekspresif, dan documenter karena relevan untuk membaca tradisi ikhlasan sebagai praktik ritual sekaligus bentuk kesadaran sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, secara historis tradisi ikhlasan berakar pada transmisi keutamaan Surah al-Ikhlas sejak masa Nabi Saw. Melalui ijtihad ulama dan pemahaman tentang kebolehan menghadiahkan pahala bacaan al-Qur’an, praktik ini bertransformasi menjadi doa bersama bagi orang meninggal dan terintegrasi ke dalam tradisi tahlilan di Nusantara, termasuk di Dusun Ngrangkok. Kedua, secara pemaknaan, pada tingkat objektif ikhlasan dipahami sebagai praktik sosial-keagamaan yang mapan dan kolektif, pada tingkat ekspresif dimaknai sebagai wujud keikhlasan, empati, dan sarana ketenangan batin, senang dan puas batin (marem), lebih ingat dan dekat kepada Allah Swt, haru dan tersentuh, sadar akan kematian, tenang dan lega, nyaman karena tidak merepotkan, harapan didoakan kembali, lebih mengingat ahli kubur, sementara pada tingkat dokumenter ia merefleksikan nilai solidaritas, gotong royong, dan tanggung jawab sosial masyarakat. Ketiga, secara fungsional tradisi ikhlasan berperan memperkuat kohesi sosial, meringankan beban psikologis dan ekonomi keluarga yang berduka, meneguhkan nilai-nilai keagamaan, serta menjadi identitas dan penyeimbang sosial masyarakat Ngrangkok.

Item Type: Skripsi
Subjects: Kebudayaan Islam
Agama > Tafsir Quran
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Ilmu Al-Quran Dan Tafsir
Depositing User: 1860301222061 SORAIDA NUSFUL LAILI
Date Deposited: 09 Jul 2026 02:39
Last Modified: 09 Jul 2026 02:39
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/69268

Actions (login required)

View Item View Item