PUPUT MAHMUDAH, 1860301222089 and RIZQA AHMADI, 198711062015031004 (2026) GENEALOGI TAFSIR ILMI SURAH AL-ANBIYᾹ’ AYAT 30 (Kajian Kontinuitas Dan Diskontinuitas Perspektif Walid Saleh). [ Skripsi ]
|
Text
COVER .pdf Download (673kB) |
|
|
Text
ABSTRAK.pdf Download (189kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (128kB) |
|
|
Text
BAB I .pdf Download (334kB) |
|
|
Text
BAB II .pdf Restricted to Registered users only Download (321kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (490kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (485kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (126kB) |
|
|
Text
DAFTAR RUJUKAN.pdf Download (213kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (332kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas penafsiran Surah al-Anbiyā’ ayat 30 yang menjelaskan proses awal terciptanya alam semesta dengan perspektif Walid Saleh. Pembahasan ini melibatkan lima kitab tafsir yaitu al-Kasyāf, Mafātiḥ al-Gayb, al-Jawāhir fī Tafsīr al-Qurān al-Karīm, al-Mizān fī Tafsīr al-Quran, serta Tafsīr al-Ᾱyat al-Kauniyah fī al-Quran al-Karīm. Perspektif Walid Saleh dianggap relevan dalam pengkajian kontinuitas dan diskontiutas dengan pertimbangan: Pertama, Walid Saleh memaparkan bahwa suatu penafsiran selalu membentuk “tradisi genealogis” dengan melihat aspek penafsiran dan konteks yang melingkupinya. Kedua, melihat bahwa suatu penafsiran tidak bisa dipisahkan dengan pengaruh penafsiran sebelumnya, meskipun tiap-tiap penafsiran akan menghasilkan variasi yang berbeda-beda. Di samping itu, pemilihan ayat tersebut dilandasi oleh penafsiran terkait ayat kauniyah yang sering kali mengandung perspektif yang bertentangan antara mufasir era pertengahan dengan era modern. Oleh karena itu, peneliti ingin mengungkap kontinuitas dan diskontinuitas penafsiran dengan perspektif Walid Saleh. Rumusan masalah dalam penulisan skripsi adalah (1) Bagaiman penafsiran dari lima mufasir terkait Surah al-Anbiyā’ ayat 30? (2) Bagaimana kontinuitas dan diskontinuitas penafsiran Surah al-Anbiyā’ ayat 30 dalam lima kitab tafsir serta konteks yang melingkupinya? Dengan demikian tulisan ini memiliki tujuan untuk mengetahui penafsiran Surah al-Anbiyā’ ayat 30 dalam lima kitab tafsir serta mengetahui kontinuitas dan diskontinuitas dalam penafsirannya dengan juga melihat konteks yang melingkupinya. Dalam penulisan ini menggunakan kajian literatur untuk mengkaji penafsiran dari lima kitab tafsir dan memahami kontinuitas dan diskontinuitas perspektif Walid Saleh. Terkait analisis datanya, penulis menggunakan pendekatan deskriptif-analitis yang bertujuan untuk mendeskripsikan penafsiran dari lima kitab tafsir yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan analisis pada kontinuitas dan diskontinuitas dengan genealogi Walid Saleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Zamakhsyari dan al-Razi cukup memahami fenomena tersebut sebagai bukti Keesaan Allah, sedangkan Thantawi Jauhari dan Zhaglul al-Najjar menambahkan bukti saintifik untuk menunjukan Keesaan Allah. Di sisi lain, Thabataba‘i sepakat terkait fenomena pemisahan langit dan bumi, namun mengomentari pemahaman saintifik dalam ayat tersebut karena dipandang tidak memiliki pengaruh. (2) Dari analisis kontinuitas dan diskontinuitas diketahui bahwa penafsiran Surah al-Anbiyā’ ayat 30 menunjukkan bahwa penafsiran memang mengalami pewarisan. Pewarisan tersebut dapat berupa diterimanya suatu penafsiran, ditambahkan, serta dikomentari oleh mufasir yang datang lebih akhir. Hasil tersebut sesuai dengan pemaparan Walid Saleh yang menyatakan bahwa “tafsir merupakan tradisi yang bersifat genealogis.”
| Item Type: | Skripsi |
|---|---|
| Subjects: | Agama > Al Quran Sejarah Peradaban Islam Agama > Tafsir Quran Ulama |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab Dan Dakwah > Ilmu Al-Quran Dan Tafsir |
| Depositing User: | 1860301222089 PUPUT MAHMUDAH |
| Date Deposited: | 20 Jul 2026 08:39 |
| Last Modified: | 20 Jul 2026 08:39 |
| URI: | http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/69720 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
