ARKETIPE DAN KONFLIK NAFS TOKOH UTAMA NOVEL NOT ME KARYA CAHYA MAHARANI DITINJAU DARI PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM

ADE IRMA AULIA FUAD, 1880511240006 and ELFI MU'AWANAH, 197211271997032001 and ZULFATUN NI'MAH, 197912172008012013 (2026) ARKETIPE DAN KONFLIK NAFS TOKOH UTAMA NOVEL NOT ME KARYA CAHYA MAHARANI DITINJAU DARI PERSPEKTIF PSIKOLOGI ISLAM. [ Thesis ]

[img] Text
COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (774kB)
[img] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (344kB)
[img] Text
BAB I.pdf

Download (431kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (729kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (418kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (789kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (419kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (417kB)
[img] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (871kB)

Abstract

Penelitian sastra ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya isu kesehatan mental remaja akibat kekerasan dan perundungan yang semakin mengkhawatirkan. Novel Not Me karya Cahya Maharani hadir sebagai karya yangsingkat terkait hasil merespons fenomena tersebut melalui tokoh utama Cakrawala seorang remaja yang menyimpan trauma mendalam di balik topeng keceriaannya. Penelitian ini bertujuan menjawab tiga pertanyaan: (1) Bagaimana arketipe tokoh utama novel Not Me? (2) Bagaimana konflik nafs tokoh utama novel Not Me? (3) Bagaimana arketipe dan konflik nafs tokoh utama ditinjau dari perspektif psikologi Islam? Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode psikologi sastra. Sumber data primer adalah novel Not Me karya Cahya Maharani. Data dikumpulkan melalui teknik membaca dan pengklasifikasian kutipan, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan mengacu pada teori arketipe Jung dan konsep nafs Syekh Muhammad Amin Al-Kurdy. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, Cakrawala menampilkan keempat arketipe Jung persona sebagai topeng ceria yang menyembunyikan penderitaan; shadow sebagai trauma PTSD yang bekerja di luar kesadaran; anima sebagai dedikasi pengasuhan yang konsisten dan tulus; serta self sebagai nilai luhur yang tidak goyah meski diuji penderitaan. Kedua, Cakrawala mengalami pergolakan ketiga tingkatan nafs nafs al-ammarah datang dari kekerasan ayah dan perundungan yang mengendap sebagai trauma permanen; nafs al-lawwamah bergerak dari fungsi sehat sebagai penjaga nilai hingga kondisi destruktif berupa celaan identitas diri; serta nafs al-muthmainnah bersinar dari lapisan jiwa terdalam melalui penerimaan ikhlas, penolakan dendam, kerinduan ibadah, dan pengorbanan tulus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam perspektif psikologi Islam, keempat arketipe dan konflik nafs Cakrawala saling berkaitan erat: persona mencerminkan jarak zahir-batin akibat nafs al-ammarah dari lingkungan; shadow merupakan maridh al-qalb yang membutuhkan tazkiyatun nafs; anima adalah fitrah kelembutan yang Allah tanamkan; dan self adalah fitrah asali yang tak pernah padam. Perjalanan jiwa Cakrawala secara keseluruhan menggambarkan proses tazkiyatun nafs di tengah penderitaan sebuah jiwa yang sedang berjalan menuju panggilan Allah dalam QS. Al-Fajr: 27-28. Kata Kunci: Arketipe Jung, Konflik Nafs, Psikologi Islam, Novel Not Me.

Item Type: Thesis (UNSPECIFIED)
Subjects: Agama
Psikologi
Divisions: Pascasarjana > Thesis > Studi Islam
Depositing User: 1880511240006 ADE IRMA AULIA FUAD
Date Deposited: 31 Jul 2026 01:51
Last Modified: 31 Jul 2026 01:51
URI: http://repo.uinsatu.ac.id/id/eprint/70308

Actions (login required)

View Item View Item